Pembekuan PMI Kota adalah bentuk arogansi PMI Aceh

KBRN, Banda Aceh : Disebut arogan dikarenakan sebagai organisasi nirlaba yang dibentuk oleh relawan KSR dan PMR pada tingkat kab/kota, harusnya semua bentuk hukuman dari jaringan yang lebih tinggi melalui langkah langkah pembinaan dan pendampingan lebih bukan langsung main bekukan saja.

Pendapat tersebut disampaikan Pengamat Kebijakan Publik, DR. Nasrul ZB, kepada rri.co.id, Kamis (30/6/2022) sehubungan dengan pembekuan PMI Kota Banda Aceh.

“PMI itu pada setiap levelnya memiliki organ Dewan Kehormatan yg berfungsi utk menegakkan statuta dan AD/ART PMI pada setiap level sehingga PMI tingkat lebih tinggi sdh seharusnya meminta pendapat bahkan persetujuan dewan kehormatan sebelum ada putusan apapun’, tegasnyaa.

Kemudian juga perlu diingat, kepengurusan PMI kab/kota adalah hasil pilihan para relawan bukan dibentuk dan ditunjuk oleh PMI provinsi, jadi sangat tidak wajar jika keputusan pembekuan atau apapun yg tidak melibatkan pemberi mandat yaitu para relawan

“Arogansi ini harus dihentikan, PMI Aceh jangan menunjukkan semangat seolah-olah sudah sangat benar, padahal ada puluhan PMI kab/kota lain yang butuh perhatian mereka," kata Nasrul ZB.

Menurut Nasrul, Ketidak pantasan pembekuan ini juga berdasarkan hasil audit PMI Pusat yg menyatakan tidak ada yg salah atas procedure pengiriman darah ke tangerang bbrp waktu yg lalu, serta polisi juga belum ada menyatakan apapun atas hasil penyelidikannya.

‘Kita bisa menduga PMI Aceh lah sebenarnya yang menjadi biang atas kekisruhan di PMI Banda Aceh selama ini dengan tujuan akhir adalah memcabut mandat pengurus PMI Banda Aceh yg baru 6 bulan berjalan”, tegasnya.

Sebagai pendonor rutin PMI, Nasrul berharap PMI Pusat segera turun ke Banda Aceh untuk bisa melihat dengan jernih tanpa emosional terhadap relasi PMI Aceh dengan PMI Banda Aceh.

“Sehingga "pembekuan dapat dibatalkan" dan dilakukan evaluasi yg mendalam pada PMI Aceh atas kinerja mereka selama ini," pungkas Nasrul ZB. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar