Posyandu Garda Terdepan Dalam Pencegahan Stunting

Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak di Daerah Terpencil di Aceh

Pada posyandu remaja, remaja yang datang bisa memperoleh informasi kesehatan yang dibutuhkan remaja pada masanya, seperti kesehatan reproduksi remaja, dan juga penyuluhan mengenai bahaya narkoba.

Remaja putri bisa juga memperoleh tablet tambah darah (Fe) sehingga bisa menghindarkan ia dari anemia. Hal ini penting juga, sebagai upaya untuk mencegah Stunting sejak dini.

“Dari pelayanan penyuluhan masyarakat baik untuk balita mengukur tinggi badan dan ada kelas ibu hamil ada kelas lansia di situ. Dilakukan untuk mengetahui keadaan kesehatan masyarakat di gampong,” jelas dr. Chik.

Dengan adanya posyandu, tambah dr. Chik, tentunya agar menjaga kesehatan untuk anak yang akan menjadi generasi penerus bagi bangsa. Selain itu, juga menghindari dari gejala stunting agar daya perkembangan pengetahuan anak tidak terganggu.

“Sebenarnya ini untuk kita dan masyarakat kita agar nanti kedepan menjadi anak-anak yang tumbuh besar dengan status kesehatan yang bagus. Ini untuk mencegah stunting. Disaat ada gejala stunting nanti bisa cepat ditangani dan gizi buruk,” tambah dr. Chik.

Selain itu, para ibu juga melakukan pemantauan pertumbuhan anak melalui buku KIA yang dibagikan secara gratis oleh petugas kesehatan. Baik itu pertumbuhan pengetahuan dan juga tumbuh kembang anak.

“Melalui buku KIA juga dipantau. Bisa kita lihat nanti apakah ini dari faktor gizi orang tua, ada penyakit bawaan dan lainnya,” ucapnya.

Dokter Chik menjelaskan, selama pandemi banyak tantangan yang dialami oleh Dinas Kesehatan Aceh. Dimana banyak anak-anak tidak terpantau untuk kesehatan.

“Kendala selama pandemi pasti ada karena dibatasi mobilitasi masyarakat untuk berkumpul, tapi sebenarnya kalau prosesnya berjalan insyaallah tidak ada masalah. Cuma kadang kadang kalau sudah pandemi ini pun dukungan dari keluarga untuk melihat anaknya dibawa ke posyandu sudah berkurang,” ujarnya.

Dokter Chik menghimbau, agar masyarakat dan khususnya yang mempunyai bayi dan balita yang mau masuk remaja agar ada kepedulian terhadap anak.

“Kenapa begitu, karena memang seorang anak merupakan penerus bangsa disaat gizinya bagus,” tutupnya.(*)

Halaman 2 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar