Meski Menurun, Kasus Stunting di Singkil Tercatat Masih di Atas Angka 25 Persen

Rembuk Penurunan Stunting di Aceh Singkil beberapa bulan lalu

KBRN, Singkil : Meski tercatat menurun, bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kasus Stunting di Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, saat ini masih pada posisi di atas angka 20 Persen.

Stunting sendiri merupakan kasus kondisi kurang gizi kronis yang disebabkan kurangnya asupan gizi dalam waktu lama hingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak. 

Sehingga Pemerintah saat ini, terus  fokus melakukan pencegahan stunting. Antara lain, melalui  ibu hamil, pasangan usia subur, dan para calon pengantin.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil. Melalui Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas). Haryono,  melalui telpon selulernya. Selasa (28/06/2022)

" Penurunan kasus Stunting saat ini semakin membaik, posisi pada angka 29,6 persen." Sebut Haryono 

Untuk itu terangnya, Pemerintah akan terus menggenjot penurunan kasus - kasus Stunting di Aceh Singkil. Mulai dari penyampaian sejumlah sosialisasi tentang hidup sehat dan bersih. Serta pemberian gizi kepada sasaran pencegahan Stunting.

" kita komitmen hingga tahun 2024 mendatang, pencegahan Stunting akan terus kita upayakan penurunannya." Tambah Haryono 

Seperti diketahui, Provinsi Aceh merupakan menjadi satu dari tujuh daerah dengan kasus stunting tinggi di Indonesia. Ada terdapat 13 daerah di Aceh yang masuk kategori merah untuk kasus stunting.

Hal tersebut diperoleh, berdasarkan Data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun lalu. Dimana, 13 kabupaten/kota di Aceh masuk dalam kategori merah karena memiliki prevalensi stunting di atas kisaran 30 persen. 

Disamping itu juga, ada terdapat Tiga daerah lain disebut memiliki prevalensi di atas 40 persen.  Serta, 10 daerah lain di Aceh dinyatakan berstatus kuning dengan prevalensi 20-30 persen. Meskipun dua kabupaten di antaranya nyaris masuk kategori merah, yakni Aceh Singkil dengan prevalensi 29,6 persen serta Pidie Jaya dengan 29,4 persen.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar