Masyarakat Aceh Mulai Isyaratkan Rebus dan Bakar TBS Sawit

KBRN, Meulaboh: Masyarakat dan petani sawit di Kabupaten Aceh Barat, sudah sangat kecewa hingga memposting di media sosial akan merebus dan membakar Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit karena harga anjlok hingga ke level terendah.

Tokoh masyarakat Woyla, Tgl Bahtiar, menyampaikan, saat ini petani sudah sangat terpukul seiring jatuhnya harga beli TBS seharga Rp400/ per kilogram oleh agen penampung dalam beberapa hari terakhir.

"Hari ini harga tampung TBS sawit Rp400 rupiah per kilogram, dipotong biaya panen Rp200 rupiah per kilogram. Jadi kalau ada kebun sawit panen 1 ton, masyarakat hanya dapat Rp200 ribu per ton," katanya kepada rri.co.id, Sabtu (25/6/2022).

Ia menyampaikan, hampir 80 persen masyarakat di daerah Woyla Raya merupakan petani yang memiliki lahan sawit yang sudah produktif sekedar untuk menompang perekonomian keluarga.

Di saat memasuki usia panen saat ini masyarakat berharap mendapat harga yang berpihak dan menguntungkan, sehingga usaha yang dilakukan sehari-hari itu benar-benar membawa peningkatan kesejahteraan keluarga.

"Tapi yang terjadi saat ini justru berbalik dari apa yang diharapkan masyarakat. Pemerintah harus hadir di saat seperti ini jangan hanya menjadi penonton melihat kepedihan masyarakat petani sawit yang notabanennya adalah rakyat miskin," tegasnya.

Tgk Bahtiar, menyampaikan, ia juga mengalami hal serupa seperti kepedihan dirasa masyarakat petani kecil, besar harapan pemerintah tidak tinggal diam lagi melihat kondisi anjloknya harga TBS sawit di tingkat petani di Aceh.

Masyarakat level bawah tentunya tidak menahu  persoalan yang menyebabkan jatuhnya harga TBS sawit, karena itu merupakan kebijakan politik nasional bahkan dunia, petani hanya berharap tidak menjadi korban dari kebijakan politik yang mengabaikan nasib rakyat kecil.

"Apalagi kita belum begitu pulih dengan bencana Covid-19 yang sudah begitu panjang, penderitaan yang sudah dialami, jangan lagi ditambah menjadi korban politik yang keliru," sebutnya lagi.

Ada warga dan petani yang sudah memposting membakar TBS sawit di akun medsos, namun Tgk Bahtiar menyampaikan, hal itu mungkin saja hanya sebagai bentuk ekspresi kekecewaan dan gambar tersebut juga belum tentu benar adanya.(anwaryunus/mbo)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar