Aplikasi Telemedicine-Telekonsultasi Pada Layanan Kesehatan 

Nova Sari, Mahasiswi Pasca Sarjana MKM Universitas Syiah Kuala

KBRN, Banda Aceh : Konsultasi online tentang masalah kesehatan yang sedang berkembang pada beberapa tahun belakangan ini menjadi pilihan apalagi sejak masa pandemic Covid-19. Konsultasi online ini disebut telemedicine, telemedis, dan telekonsultasi. Pemerintah lewat Kementerian Kesehatan pun telah memiliki program Temenin dalam rangka penyediaan konsultasi online di rumah sakit hingga ke puskesmas.   

Telemedicine adalah layanan kesehatan yang berbasis teknologi dan memungkinkan para pengguna untuk berkonsultasi dengan dokter tanpa harus berjumpa atau dengan cara jarak jauh yang memberikan konsultasi dan tata laksana perawatan pasien. Di Indonesia sendiri saat ini Telemedicine sudah banyak di gunakan oleh fasilitas kesehatan. 

Telemedicine merupakan pelayanan medis jarak jauh yang dilakukan oleh kalangan professional di dunia kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Pelayanan ini meliputi  pertukaran infomasi dan diagnosis, penelitian dan evaluasi, pencegahan penyakit, pengobatan dan pendidikan yang berkelanjutan penyedia layanan kesehatan demi meningkatkan kesehatan masyarakat. 

Telemedicine bisa mengatasi berbagai masalah layanan kesehatan pada masyarakat Indonesia. Masalah utama yang ada pada pelayanan kesehatan yang ada di Indonesia adalah jumlah dokter yang sangat terbatas. Dokter di Indonesia menempati peringkat kedua di Asia Tenggara setelah Kamboja. Tantangan yang akan di hadapi oleh penyedia layanan telemedicine ini adalah belum meratanya akses internet yang ada di Indonesia, sehingaa sebagian wilayah belum bisa menikmati layanan Telemedicine ini. 

Tujuan Telemedicine ini tidak hanya pada layanan konsultasi. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan dengan Telemedicine ini. Seperti pengiriman data pasien yang jauh dari rumah sakit untuk dilakukan diagnosis secara cepat, misalnya radiologi dan pemeriksaan jantung. Telemedicine juga bisa di lakukan antar fasilitas kesehatan untuk pertukaran pasien. Telemedicine juga berguna untuk memudahkan sitem rujukan pasien antar rumah sakit atau dari puskesmas ke rumah sakit. Data hanya perlu di kirim dengan tekologi yang akan mengurangi resiko kerusakan ataupun hilang di tengah jalan. Pasien pun tidak perlu khawatir ketika ke rumah sakit tidak membawa dokumen. 

Menurut WHO ada beberapa elemen yang berhubungan dengan telemedicine, yang bertujuan memberikan dukungan klinis, berguna untuk mengtasai hambatan geografis dan jarak, bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat, serta melibatkan penggunaan berbagai jenis perangkat teknologi informasi.   

Sedangkan Telekonsultasi itu adalah pelayanan konsultasi yang dilakukan secara jarak jauh untuk membantu menegakkan diagnosis dan memberi pertimbangan atau saran tata laksana. Konsultasi ini bisa di lakukan secara tertulis, suara atau video. Untuk mengakses layanan Telekonsutasi kita hanya perlu mengunduh dan memasang aplikasi Telemedicine terlebih dahulu pada perangkat smartphne maupun tablet. Kita bisa menggunakan fitur panggilan telepon mauun face time untuk melakukan konsultasi kesehatan dengan dokter. Pastikan koneksi internet stabil saat kita melakukan sesi konsultasi dengan dokter. Kemudian pilihlah tempat yang nyaman dan tanpa gangguan ketika kita melakukan konsultasi, hal ini dapat menghindari berbagai gangguan saat pemeriksaan berlngsung. Telekonsultasi ini merupakan bagian dari Telemedicine sehingga cakupannya lebih sempit. Telekonsultasi adalah komunikasi yang tidak melibatkan pasien secara langsung. Sedangkan pelayanan Telemedicine harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang memiliki izin prkatik di fasilitas pelayanan kesehatan. 

Dengan adanya Telemedicine tentu menawarkan kemudahan bagi masyarakat, terutama yang ada di wilayah dengan jumlah dokter sedikit untuk mendapatkan layanan kesehatan. Harga yang sangat terjangkau juga membuat banyak masyarakat yang bisa mendapat layanan melalui Telemedicine. Ada lima hal yang menjadi pertimbangan penggunaan Telemedicine yaitu akses yang lebih baik, hemat biaya, kenyamanan, permintaan dari pengguna generasi milenial, mengurangi ketidak hadiran tenaga medis untuk masyarakat. Bahkan bukan tidak mungkin terjadi ke depan akan semakin banyak dokter yang akan menyediakan jasanya melalui Telemedicine dan akan semakin banyak masyarakat yang akan mendukung layanan melelui Telemedicine ini. 

Berbagai jenis kunjungan dan bidang kedokteran bisa di akses dengan lebih gampang menggunakan aplikasi Telemedicine ini, mulai dari perawatan primer atau umum, dermatologi, dietetic, kesehatan mental, kardiologi dan endokrinologi. Ada beberapa manfaat yang kita dapatkan dari Telemedicine antara lain kemudahan akses yang bisa di lakukan secara daring terutama untuk masyarakat yang tinggal di desa, layanan ini bisa memberi kemudahan konsultasi medis tanpa harus ke rumah sakit ketika bertempat tinggal jauh dari Rumah Sakit. Kita bisa mengakses layanan ini melalui ponsel maupun komputer jika ingin lebih lama berkonsultasi. Manfaat lainnya bisa mengurangi pasien rawat inap di Rumah Sakit karena layanan ini bisa dilakukan tanpa tatap muka dan bisa menjangkau pasien lebih luas dengan kapasitas yang lebih banyak. Selain itu telemedicine ini juga bisa memberi keuntungan lain yaitu manajemen daftar tunggu yang lebih baik. Kita tidak harus berjam-jam menunggu untuk konsultasi di Rumah Sakit, kita bisa menunggu lebih santai di rumah. Manfaat yang terakhir adalah bisa meminimkan biaya di bandingkan dengan konsultasi langsung. Layanan ini juga memberi kemudahan bagi pasien dengan penyakit kronis yang biasanya harus membuat janji berulang kali dan teratur. Sehingga bukan hanya hemat biaya layanan ini juga menghemat waktu dan tenaga dengan lebih baik dan efektif. 

Ada beberapa factor yang mempengaruhi telemedicine ini yaitu aturan dan peraturan organsasi, faktor keuangan, infrasruktur teknologi. Aturan dan peraturan organisasi telemedicine menjadikan perkembangan yang sanagat pesat dari telemedicine yang berakibat peningkatan kunjungan dan penggunaan telemedicine. Sedangkan faktor keuangan berpengaruh karena  dengan adanya telemedicine alokasi anggaran keuangan dari pasien untuk pengbatan bisa berkurang karena penggunaan telemedicine ini bisa menghemat biaya dari segi perjalanan dan waktu. Faktor infrastruktur dan teknologi sendiri diperlukan dalam telemedicine untuk mendukung kelancaran pelaksanaan telemedicine dan dapat mendukung kepuasan dari para pengguna telemedicine. 

Di Aceh sendiri pelaksanaan Telemedicine ini sudah mulai berrjalan, berkat kerjasama Dinas Kesehatan Aceh dan Kementerian Kesehatan, semoga bisa melancarkan dan membantu tenaga-tenaga  kesehatan dalam menjalankan pelayanan kesehatan dan membantu masyarakat dalam menerima pelayanan kesehatan.   

Oleh : Nova Sari 

Mahasiswi Pasca Sarjana MKM Universitas Syiah Kuala

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar