Kesiapan Rumah Sakit Menghadapi Transformasi Digital

KBRN, Banda Aceh : Transformasi digital telah berperan dalam hal revolusi berbagai industri, khususnya dalam bidang kesehatan. Teknologi di bidang kesehatan memungkinkan seorang individu untuk mendapatkan hidup yang lebih sehat, usia harapan hidup yang lebih panjang, dan kehidupan yang lebih produktif. 

Teknologi yang dimanfaatkan secara optimal akan memberikan insight atau masukan yang sangat berguna terhadap kemajuan sebuah organisasi pelayanan kesehatan. 

Peningkatan akses pelayanan kepada masyarakat dapat diwujudkan dengan analisis data yang tepat.  Analisis data yang tepat juga dapat  meningkatkan efektifitas sumber daya manusia,  kualitas pelayanan, serta mengurangi biaya layanan kesehatan.  

Rumah sakit sebagai salah satu institusi pelayanan kesehatan harus selalu berupaya untuk meningkatkan mutu layanannya, salah satunya adalah dengan memanfaatkan perkembangan digitalisasi pelayanan kesehatan. 

Agar mampu menyusuaikan diri dengan era digitalisasi, diperlukan keberadaan suatu sistem informasi yang akurat dan handal, serta cukup memadai di rumah sakit, yang bertujuan  untuk meningkatkan  mutu layanan kepada pasien. 

Setiap rumah sakit  memiliki sistem pencatatan dan pelaporan. Sistem ini bervariasi  di masing masing rumah sakit. Mulai dari pencatatan manual, komputerasi manual, aplikasi bahkan system pencatatan dan pelaporan yang saling terintegrasi. Pengelolaan data di rumah sakit merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung layanan rumah sakit. 

Pengelolaan data secara manual, memiliki banyak kelemahan, karena membutuhkan waktu yang lama, data kurang akurat, dan kemungkinan terjadinya kesalahan pengolahan sangat besar. 

Data dari Kementerian Kesehatan RI (2016), melaporkan bahwa di Indonesia dari 2588 rumah sakit, hanya 1257 rumah sakit  (48 %) telah memiliki SIMRS yang fungsional.  Ada 128 rumah sakit (5%) yang sudah memiliki SIMRS namun tidak berjalan secara fungsional. Terdapat 425 rumah sakit (16%) yang belum memiliki SIMRS. Namun demikian, masih terdapat 745 rumah sakit (28%) yang tidak melaporkan apakah sudah memiliki SIMRS atau belum. 

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan solusi penerapan teknologi informasi bidang kesehatan, yang mampu mengelola data dan menyajian informasi dengan baik untuk mendukung kegiatan rumah sakit. Sistem ini diharapkan dapat mengintegrasikan seluruh alur proses layanan kesehatan rumah sakit dalam suatu jaringan koordinasi dimulai dari pelaporan dan proses administrasi dan penyediaan informasi secara cepat, tepat dan akurat.  

Sistem informasi manajemen rumah sakit yang ideal harus mencakup integrasi fungsi-fungsi klinikal (medis), keuangan, serta manajemen rumah sakit.  Beberapa manfaat yang dapat diperoleh pada penerapan SIMRS adalah kecepatan pekerjaan, pekerjaan administrasi rumah sakit (pengadaan barang atau alat kesehatan), kecepatan dalam melacak data baik data rekam medis, maupun data history yang diperlukan pada proses diagnosis, kecepatan dalam menyelesaikan data administrasi rawat inap atau rawat jalan), kecepatan dalam pelaporan laporan bagi manajemen rumah sakit.  

Secara umum, SIMRS dapat meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga standar praktik medis yang baik dan benar, menjadi alat koordinasi yang sangat efektif, mendukung fungsi kontrol yang konsisten. 

Seiring dengan kemajuan dan perkembangan RS, teknologi SIMRS juga akan semakin maju dan kompleks. Adanya tantangan penggunaan berbagai subsistem lain seperti :  LIS (laboratory information system), RIS(radiology information system), PACS (Picture Archiving and Communication System), electronic prescribing dan lain sebagainya. 

Disinilah, era electronic medical record (rekam medis elektronik) atau lebih jauh lagi electronic health record (rekam kesehatan elektronik) mulai hadir. Oleh karena itu, kunci utama untuk memasuki era EMR/EHR adalah keberadaan SIMRS. Tanpa adanya penerapan Sistem Informasi Rumah Sakit secara terintegras, maka penerapan transformasi digital di rumah sakit akan sulit untuk diwujudkan. 

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) merupakan salah satu bagian  dalam pelayanan rumah sakit. Keberadaan dan fungsionalitas SIMRS akan memberikan manfaat yang luar biasa bagi seluruh pelanggan rumah sakit, baik pasien, dokter, perawat, seluruh SDM lainnya,  pihak manajemen, mitra RS sampai dengan pemangku kepentingan. 

Melalui SIMRS, setiap transaksi akan dicatat, diolah dan digunakan untuk mendukung pelayanan yang tepat. Data yang terkumpul selanjutnya diolah sesuai dengan kaidah pengetahuan agar dapat membantu para pengambil keputusan (baik klinis maupun manajemen) dalam membuat keputusan terbaik bagi pasien dan manajemen rumah sakit. 

Beberapa upaya yang dilakukan oleh Kementerian kesehatan dalam mendukung upaya digitalisasi rumah sakit adalah dengan melakukan berbagai inovasi  antara lain konsep smart e-health seperti telemedicine dan SIMRS (Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit), SISRUTE (Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi), aplikasi SehatPedia, sistem JKN (Jaminan Kesehatan Nasional), dan e-medical record. 

Kegiatan inovasi dari kementerian kesehatan tidak semuanya dapat diterapkan di rumah sakit, terdapat beberapa kendala terkait penerapan SIM RS dan digitalisasi di rumah sakit, diantaranya sumber daya manusia, sumber dana, business process, regulasi pemerintah dan peraturan, serta tidak adanya sistem integrasi data. 

Kendala ini  menjadi tantangan tersendiri bagi RS dalam meningkatkan mutu layanannya. Rumah sakit diharapkan mampu menganalisis situasi dan mempersiapkan diri dalam menghadapi era digitalisasi agar pelayanan semakin  berkualitas.    

Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama dari berbagai pihak seperti manajemen rumah sakit, pemerintah dalam hal ini kementerian terkait, pemerintah daerah, pemilik RS, asosiasi rumah sakit,  dan  asosiasi profesi, untuk dapat senantiasa melakukan kolaborasi dan terbuka terhadap proses pembaruan,  pembelajaran dan pengalokasian dana untuk menunjang program digitalisasi di rumah sakit. 

Tentunya digitalisasi ini tidak lepas dari perlunya regulasi yang jelas dan mendukung pertumbuhan sistem dengan satu tujuan yaitu peningkatan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat.

Oleh : Ners. Mutiawati, S. Kep 

Mahasiswi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar