DPRK Banda Aceh Minta Dinas Terkiat Antisipasi Wabah PMK

KBRN, Banda Aceh : Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh mengimbau masyarakat mengantisipasi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak yang ada di Banda Aceh.

"Kita minta Kepala Dinas terkait untuk mengambil langkah-langkah pencegahan," kata Anggota DPRK Banda Aceh, Daniel Abdul Wahab, Senin (22/5/2022).

Penyakit mulut dan kuku yang menyerang hewan ternak baru-baru ini sudah merebak ke sejumlah daerah di Indonesia. Meski tak berbahaya bagi manusia, wabah ini patut diwaspadai.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) tak menular dari hewan ke manusia. Menurutnya, wabah itu hanya menular antara hewan yang satu dengan yang lain.

"Terkait penyakit mulut dan kuku, kami diskusi dengan WHO dan badan kesehatan hewan bahwa penyakit mulut dan kuku domainnya di hewan. Tak ada yang loncat ke manusia," kata Budi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (9/5/2022).

Menurut Daniel, pihak-pihak terkait perlu melakukan langkah-langkah antisipasi terhadap wabah ini. Salah satunya dengan memeriksa hewan-hewan ternak dari luar yang masuk ke Banda Aceh.

"Jadi seluruh masyarakat kota mengantisipasi hal-hal tersebut. Karena memang lebih baik mencegah dan mengantisipasi daripada mengobati," ujarnya.

Politisi Partai Nasdem ini berharap wabah PMK itu tak masuk dan menyebar pada ternak-ternak milik warga Banda Aceh. "Mudah-mudahan tidak ada di Kota Banda Aceh wabah PMK ini," ungkapnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merilis Surat Telegram untuk merespons wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang baru-baru ini menyerang ribuan hewan ternak di Jawa Timur dan Aceh.

Instruksi tersebut tertuang lewat Surat Telegram dengan nomor STR/395/OPS/2022 tanggal 11 Mei 2022 tentang arahan dalam rangka darurat penanganan PMK. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar