Fadhil Rahmi Harap Pj Gubernur Harus Dapat Menetralisir Kondisi Aceh

KBRN, Banda Aceh : Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Aceh, Fadhil Rahmi, menyebutkan sosok Penjabat (Pj) Gubernur harus mampu menetralisir kondisi Aceh saat ini.

Menurutnya, dengan rentang waktu dua tahun lebih Aceh dipimpin oleh Pj Gubernur, maka ada banyak persoalan yang harus diselesaikan dan melanjutkan pembangunan sesuai dengan RPJMA.

"Husnudzan saya, Pj bisa membawa Aceh lebih baik dalam waktu 2 tahun lebih. Kita berharap ini bisa membantu menetralisir kondisi Aceh ini yang penting. Ini nanti jangan sampai terpolarisasi," kata Fadhil Rahmi, Jumat (20/5/2022).

Senator asal Aceh ini menjelaskan, tak ada masalah siapapun Pj Gubernur yang bakal ditunjuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) nantinya. Namun dia mengingatkan, agar penjabat tersebut dapat memahami kondisi Aceh terkini.

Fadhil mengatakan, pergantian pucuk kepala daerah ini merupakan pergantian pejabat politik ke pejabat birokrasi. Dimana Pemilu serentak akan berlangsung di 2024, sehingga posisi kepala daerah harus diisi oleh pejabat dari birokrat. 

"Inikan terakhir masa jabatan secara politik secara administrasi dialihkan ke pejabat birokrat karena pemilu di 2024," kata dia.

Fadhil mengungkapkan, Pj Gubernur harus benar-benar netral, tidak perlu kampanye dan melakukan hal-hal yang bernuansa politik lainnya di Aceh. 

Selain itu, lanjutnya, Pj juga harus mampu menjadi penengah antar semua elemen di Aceh. Membangun komunikasi dan koordinasi dengan semua pihak baik pihak politik maupun non politik.

"Utamanya hubungan Aceh dengan Jakarta yang bermuara kepada apa yang selama ini sering kita belum mampu selesaikan dengan baik," jelasnya.

Mantan Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh ini menyebutkan, ada sejumlah persoalan yang belum selesai antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Aceh. Salah satu diantaranya tentang perjanjian damai MoU Helsinki.

"Masalah MoU Helsinki yang kemudian diterjemahkan kepada UU Nomor 11 Tahun 2006. Ini poin-poin yang masih terhambat dan belum dilaksankana dengan baik," ucap dia. (*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar