Sekda Sapa Peserta Zikir dari SLBN Kebayakan

Sekda Aceh, Taqwallah, didampingi Kepala BKA, Abdul Qahar dan Ka.Kanreg XIII BKN Banda Aceh, Ojak Murdani, menyapa serta memberikan arahan usai mengikuti zikir dan doa bersama memohon dijauhkan dari wabah dan bencana Covid-19 yang diikuti oleh seluruh ASN Pemerintah Aceh secara virtual, di SLB Negeri Kebayakan Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu, (18/5/2022).

KBRN, Banda Aceh : Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, dr. Taqwallah M.Kes., menyapa peserta zikir dan doa dari Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Kebayakan Takengon, Aceh Tengah, Rabu (18/5/2022).

Dalam kesempatan itu, Sekda memberikan apresiasi kepada ASN dari Sekretariat DPRA yang sukses mendonorkan darahnya, Rabu kemarin. “Tolong prioritaskan dulu darah yang terkumpul untuk pasien thalasemia,” pesan Sekda kepada Direktur Rumah Sakit dr. Zainoel Abidin Banda Aceh.

Donor darah adalah kegiatan rutin para ASN Pemerintah Aceh. Di mana setiap harinya ada satu unit SKPA yang para ASN nya datang untuk mendonorkan darahnya. Kini gelaran kegiatan itu diselenggarakan di RSUDZA.

Dalam acara rutin pagi jelang masuk dinas berupa doa dan zikir itu, Kepala SLBN Kebayakan, Lukman, juga memaparkan profil dan potensi dari SLBN Kebayakan.

Sekolah tersebut kata Lukman, memiliki program unggulan Tata Boga, Tata Busana dan Budidaya Tanaman.

Win Jeroh Miko, salah seorang guru berprestasi di SLBN Kebayakan menceritakan tentang pengalaman dia mengajar para anak berkebutuhan khusus. “Selama mengajar, saya mendapatkan banyak pengalaman, seperti menemui beragam karakteristik siswa, salah satunya mengajarkan siswa tunarungu, dan tunagrahita dari yang belum dapat berkomunikasi dan menulis. Alhamdulillah sekarang siswa sudah dapat berkomunikasi (isyarat) dan memiliki keterampilan melukis/desain,” kata dia.

Win Jeroh Miko mulai mengajar pada tahun 2012 sebagai guru honorer di SLB Restu Permata Bunda Bener Meriah. Dan pada tahun 2017 ia dimutasi ke SMALB Negeri 14 Takengon yang sekarang sudah regrouping ke SLB Negeri Kebayakan Takengon.

Pada Tahun 2020 dia mengikuti kegiatan pembatik sampai level 3 dan menjadi master trainer.

Miko adalah Guru PKLK berprestasi terbaik tingkat Provinsi Aceh, yang juga menjuarai kegiatan Seminar nasional tentang anak berkebutuhan khusus yang diselenggarakan oleh Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Berbagai prestasi itu mengantarkan ia menjadi salah seorang guru yang lulus menjadi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Semua yang saya peroleh tak lepas dari do’a siswa siswi dan keikhlasan dalam mengajar peserta didik berkebutuhan khusus, serta dukungan dari berbagai pihak,” kata Miko.

Ia berharap para anak-anak didiknya kelak bisa menjadi pribadi yang mandiri baik finansial maupun non finansial.

Sekda sendiri memberikan apresiasi kepada para guru yang telah mendedikasikan dirinya mengajar anak-anak berkebutuhan khusus.

Ia mengatakan menjadi target pribadi para guru dan pemerintah, bahwa para guru SMK bisa mencetak lulusan yang siap kerja, guru SMA bisa mencetak murid sehingga lulus perguruan tinggi dan murid yang mandiri di tingkat SLB.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar