22 Sapi di Aceh Mati Akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)

KBRN, Banda Aceh: Kepala Dinas Peternakan Provinsi Aceh, drh. Rahmandi, MSi mengungkapkan dari 5.794 sapi di kabupaten/kota, 22 ekor diantaranya mengalami kematian akibat penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sedangkan untuk kesembuhan sudah mencapai 1.039 ekor sapi. Kasus tertinggi atau yang masuk ke zona merah adalah Aceh Tamiang, sedangkan zona kuning atau mulai terinfeksi yaitu langsa, Aceh Timur, Bireuen, Aceh Besar, Aceh Utara, Pidie Jaya, Lhokseumawe, Pidie dan Gayo Lues.

Pihaknya sudah membentuk gugus tugas untuk menangani permasalahan ini, dan diakui terkendala pada penyediaan obat-obatan. Bahkan vaksin PMK baru tersedia pada agustus 2022.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam dialog interaktif yang disiarkan programa 1 dan kanal youtube RRI Banda Aceh, rabu (18/5)

Sementara itu, Kepala Bidang Pertanian dan Peternakan Dinas Pangan Pertanian Kelautan dan Perikanan  (DP2KP) Kota Banda Aceh, Yahbit Sabri menjelaskan, dari 1.703 sapi yang tersebar di 9 kecamatan di Banda Aceh, 1 diantaranya dalam pemantauan karena menunjukkan tanda-tanda terindikasi PMK, seperti keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa.

Anggota Komisi VI (enam) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) drh. Nurdiansyah Alasta, M.Kes berharap penanganan cepat terhadap penyakit ini, bahkan dapat menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

Pemerintah juga dapat melibatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Lokal di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar