KDRT Masih Mendominasi Kasus Kekerasan di Banda Aceh

KBRN, Banda Aceh: Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Banda Aceh Risda Zuraida mengungkapkan, kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih mendominasi kasus kekerasan terhadap perempuan maupun anak di kota Banda Aceh. Bahkan yang memprihatinkan, tindakan kekerasan dianggap hal biasa dan terjadi secara berulang.

"Hal tersebut harus menjadi perhatian serius sehingga semua pihak berperan aktif dalam upaya pencegahan, penanganan maupun pemberdayaan," ungkap Risda Zuraida dalam dialog interaktif yang berlangsung di Programa 1 RRI Banda Aceh, Senin (24/1).

Dalam dialog yang sama, narasumber lainnya Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Banda Aceh, Nurmiati mengungkapkan, selama tahun 2021, pihaknya menangani 71 kasus kekerasan terhadap anak. Kasus yang terjadi mengakibatkan anak mengalami kekerasan secara fisik maupun psikis, terabaikan dalam pengasuhan, pengurusan identitas, pendidikan dan hak yang seharusnya diperoleh seorang anak.

Psikolog Klinik Anak UPTD PPA, Wida Widya Viridanda menyampaikan, kasus kekerasan yang diadukan sangat beragam, mulai dari pemukulan, bullying (perundungan), pelecehan seksual, diskriminasi dan sebagainya yang tidak sedikit pelaku justru orang terdekat anak.

UPTD PPA membuka layanan pengaduan/pelaporan, di kantor mmaupun menghubungi nomor telepon 081224164416.

"Korban tidak perlu takut melapor karena terjamin keamanan, bahkan kami menyediakan tempat khusus berupa “rumah aman” untuk perlindungan dan pendampingan." kata Wida Widya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar