Wali Kota Tinjau Lahan Bangunan Pasar Ikan Peunayong

KBRN, Banda Aceh : Optimisme Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman untuk menjadikan Kota Banda Aceh sebagai pusat kuliner, tidak perlu diragukan lagi. Pasalnya, di tahun 2022 ini, Aminullah bersama jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh akan segera membangun pusat kuliner, berlokasi di lahan bekas Pasar Ikan Peunayong.

Guna memastikan proyek pembangunan pusat kuliner berjalan dengan lancar, Kamis (20/1/2022), Wali kota Banda Aceh kembali meninjau bekas lahan bangunan Pasar Ikan kawasan Peunayong tersebut.

Dalam peninjauan kali ini, Walikota didampingi oleh Wakil Ketua DPRK Usman, Asisten Perekonomian pembangunan Jalaluddin, Sekertaris sekaligus Plt Kadis PUPR Kota Banda Aceh Cut Ahmad Putra, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Weri, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Banda Aceh M Nurdin, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Said Fauzan, dan jajaran SKPD lainnya.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman mengatakan lahan bekas bangunan pasar ikan Peunayong yang masuk dalam program revitalisasi Krueng Aceh, akan segera menjadi pusat kuliner Kota Banda Aceh pada tahun 2022 ini. “Tempat ini kita jadikan pusat kuliner. Ini merupakan sambungan program-program yang dulu pernah kita agendakan,” jelasnya.

Aminullah merencanakan pusat kuliner tersebut nantinya akan menghiasi sekitaran Peunayong dan Krung Aceh. “Insyaallah pada tahun ini akan segera kita laksanakan. Sekarang masih dalam tahap pelelangan. Saya mohon doanya dan dukungan dari semua pihak,” ungkapnya.

Dikatakannya, pusat kuliner tersebut dibangun, dengan harapan dapat menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan membuka lapangan kerja baru bagi warga Kota Banda Aceh. “Kita harapkan dapat menambah PAD, dan menambah kesempatan kerja bagi warga Banda Aceh,” jelas Mantan Dirut Bank Aceh.

Disamping itu, tujuan dibangun pusat kuliner, yaitu untuk menata kota di sekitaran Krung Aceh, serta dapat menambah minat wisatawan berkunjung ke Banda Aceh. “Dengan kita memperindah kota, maka akan menambah minat wisatawan berkunjung ke Banda Aceh,” jelasnya.

Kata Aminullah, terkait desain dan anggaran pembangunannya juga sudah dibuat. Pemko Banda Aceh sendiri menargetkan, proyek pembangunan pusat kuliner itu menghabiskan anggaran sebesar 18 miliar. “Ini anggarang Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), ini fungsional, dan dapat kita gunakan ditahun 2022 ini,” katanya.

Usai meninjau lokasi lahan bangunan pasar ikan Peunayong, wali kota melanjukan perjalannya menijau ruang publik baru yang juga berlokasi di kawasan Peunayong.

Aminullah menyebut ruang publik tersebut sebagai Night Market. Night Market, diharapkan akan menampung kios-kios pedangang baru untuk berjualan di malam hari. “Tempat ini kita khususkan untuk pedangang yang berjualan di malam hari, jadi kalau pagi sudah bersih kembali.

Ia menilai, bangunan Night Market sudah rampung dikerjakan dan sudah bisa di fungsikan. “Situasi ini sangat refesentatif, akan segera kita fungsikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Banda Aceh itu mengatakan, ruang publik dibangun dan diperbanyak di Kota Banda Aceh dalam rangka meningkatkan ekonomi warga. “Dengan adanya ruang publik seperti ini, nanti akan ada parkir dan pedangang kecil yang adapat berjualan, sehingga akan menampung tenaga kerja dan juga akan menambah PAD Kota Banda Aceh.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar