Penyuluh Harus Jadi Mata dan Telinga

KBRN, Banda Aceh : Menjaga kerukunan umat beragama di negara Indonesia ini merupakan kewajiban semua pihak tidak kewajiban secara perindividu, karena Indonesia merupakan sebuah negara yang memiliki berbagai pemeluk agama dan juga multi etnis dan budaya.

Itulah yang ditekankan oleh H. Juniazi, S.Ag.,M.Pd selaku Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Subulussalam saat memberikan arahannya kepada Penyuluh Fungsional  dan Penyuluh Agama Islam Non PNS yang dikemas dalam rapat kerja dan evaluasi bagi penyuluh, Selasa (18/1/2022)

Tekanan itu ia sampaikan, agar para Penyuluh Kementerian Agama Kota Subulussalam yang ada di Kecamatan supaya bisa berperan aktif dalam menjaga kerukunan umat beragama ditengah-tengah masyarakat, menurutnya Penyuluh Agama merupakan sebagai mata dan telinga dalam mendektsi timbulnya sebab akibat pecahnya kerukunan umat beragama di masyarakat.

" Keberadaan dan kehadiran penyuluh agama islam di kecamatan itu penting, dalam rangka memilihara dan menjaga kerukunan agama di Kota Sada Kata ini ", papar Juniazi.

" Penyuluh Agama Islam, di manapun harus bisa menjadi mata dan telinga dalam mendeteksi timbulnya perpecahan antar pemeluk agama ", tambahnya

Selain itu, dirinya juga memaparkan dan menjelaskan kepada seluruh penyuluh fungsional dan penyuluh agama islam non PNS yang berhadir tiga tugas pokok penting yang harus dilakukan oleh penyuluh diantaranya, membimbing umat dalam ajaran agama islam dengan baik. Kedua, menyampaikan ide dan gagasan tentang pemberdayaan umat. Ketiga bagaimana upaya dari penyuluh dalam rangka memelihara kerukunan umat beragama.

Turut hadir dalam rapat itu ialah Jamhuri, SHI selaku Kasi Bimbingan Masyarakat Islam, staf Bimas dan diikuti oleh seluruh Penyuluh Agama Isalam Fungsional dan Penyuluh Agama Islam Non PNS Se-kota Subulussalam.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar