Kemenag Aceh Barat Bina Kompetensi Guru PAI

KBRN, Banda Aceh : Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat melakukan pembinaan kompetensi guru pendidikan agama Islam (PAI). Hal tersebut berlangsung di aula Yayasan Al-Azhar Meulaboh, Rabu (8/12/2021).

Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H Khairul Azhar SAg MA mengatakan, pembinaan tersebut sebagai upaya peningkatan wawasan, kompetensi dan mutu guru pendidikan agama Islam (PAI) di Kabupaten Aceh Barat agar berdaya guna dan kompetitif dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

Khairul menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti oleh empat puluh peserta, terdiri dari guru pendidikan agama Islam (PAI) jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas/kejuruan (SMA/SMK) dan pengawas pendidikan agama Islam (PAI).

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat, H Khairul Azhar SAg MSi mengapresiasikan kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan pembinaan tersebut merupakan langkah yang untuk memperbaiki pendidikan agama Islam di Kabupaten Aceh Barat.

Khairul menjelaskan, saat ini seorang guru tidak hanya berperan memperbaiki kognitif saja, namun juga dituntut untuk memperbaiki sikap dan akhlak peserta didik ke arah yang lebih baik dengan mengubah pola pengajaran yang lebih menarik dan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Kita tidak lagi dituntut kerja, namun dituntut untuk berkinerja,” tambahnya.

Ia menambahkan, dengan munculnya covid-19 siswa dan guru dituntut untuk menguasai teknologi informasi dengan belajar menggunakan gadget. Hal tersebut tentu menjadi tantangan guru PAI untuk mengawasi siswa agar terhindar dari dampak negatif.

Menurut data yang dirilis oleh Kominfo, lebih dua ribu kasus  di media sosial merupakan berita hoaks, bahkan per Juli 2021, lebih dari satu juta kasus pornografi. 

Ia mengajak, semua pihak, terutama guru PAI untuk peduli terhadap apa yang terjadi pada media sosial. “Jika orang-orang mengeluarkan konten SARA, maka kita harus melawan konten tersebut dengan konten positif,” tambahnya.

Selain itu, guru pendidikan agama Islam juga harus memfokuskan pada pemberantasan buta aksara membaca alquran bagi generasi. Apalagi banyak survei yang menyatakan masih banyak masyarakat Aceh yang tidak bisa membaca Alqura.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar