Qanun Narkotika ditargetkan Segera Selesai dan Berlaku Tahun 2022

KBRN, Banda Aceh: Kepala Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banda Aceh, Hasnanda Putra,ST, MM, MT mengungkapkan Indonesia darurat narkotika, termasuk di Kota Banda Aceh sebagai Ibu Kota Provinsi. Bahkan meskipun mayoritas pengguna berusia 17 – 30 tahun, namun tidak sedikit dari kalangan di bawah umur hingga lanjut usia (lansia).

Untuk itu, sangat penting lahirnya sebuah regulasi khusus berupa Peraturan Daerah atau Qanun Narkotika yang didalamnya mengatur tentang sejumlah aturan mengikat, seperti setiap calon pengantin maupun pejabat pemerintahan hingga tingkat desa dan calon pegawai, termasuk pendatang yang ingin berdomisili di Banda Aceh wajib menjalani test urine narkoba. Selain itu, setiap desa harus membentuk tim satuan tugas (satgas) narkotika.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam dialog interaktif di programa 1 RRI Banda Aceh, Rabu (12/8).

Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Dr. Musriadi, S.Pd, M.Pd memastikan draft atau rancangan qanun sudah selesai, dan selanjutnya dilakukan pembahasan dengan mendengar masukan dari berbagai pihak sehingga tahun 2022 mendatang qanun tersebut dapat rampung dan diterapkan.

DPRK Banda Aceh menginisiatif lahirnya qanun narkotika karena peredaran dan penyalahgunaan barang haram tersebut semakin mengkhawatirkan, tercatat tahun 2020 dari 651 penghuni lembaga pemasyarakatan Banda Aceh, 509 diantaranya merupakan terpidana kasus narkotika. Dan pada tahun yang sama Pengadilan Negeri Banda Aceh menangani 390 perkara narkotika.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar