BPS : Inflasi Aceh Naik Menjadi 0,80 Persen di November 2021

KBRN, Banda Aceh: Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 0,80 % pada November 2021. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pada capaian inflasi bulan sebelumnya, yakni sebesar 0,43 persen.

Koordinator Fungsi Statistik Ditribusi BPS Aceh, Muhammad Irawan mengatakan angka tersebut diperoleh berdasarkan gabungan dari hasil inflasi tiga daerah yang dipantau, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Meulaboh.

“Di antara ketiga daerah yang dipantau inflasi tertinggi terjadi di Banda Aceh, sebesar 0,87 persen, disusul oleh Kota Lhokseumawe sebesar 0,82 persen, dan Meulaboh sebesar 0,48 persen,” ujar Irawan di Banda Aceh.

Lebih lanjut Irawan mengungkapkan inflasi yang terjadi dipengaruhi oleh kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran. Dari 11 kelompok pengeluaran, terdapat delapan kelompok pengeluaran memberikan andil/sumbangan inflasi dan tiga kelompok tidak memberikan andil/sumbangan.

“kelompok pengeluaran yang memiliki nilai inflasi tertinggi adalah makanan, minuman, dan tembakau, dengan inflasi sebesar 1,62 persen,” katanya.

Menurut Irawan berbagai komoditas di Aceh secara umum menunjukkan kenaikan di bulan November, terutama komoditas angkutan udara, cabai merah, minyak goreng, dan telur ayam ras. Irawan merincikan komoditas angkutan udara memberikan andil inflasi sebesar 0,17 persen, sementara cabai merah memberi andil inflasi senilai 0,13 persen, serta komoditas telur dan minyak goreng masing-masing menyumbang inflasi senilai 0,10 persen.

Disebutkan dari 90 kota di Indonesia yang dipantau oleh BPS, tercatat sebanyak 84 kota mengalami inflasi dan 6 kota mengalami deflasi selama November 2021.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar