Tumbak Meujanggot, Pelengkap Upacara Kerajaan Aceh

KBRN, Banda Aceh: Provinsi Ujung Barat Indonesia dijuluki “Tanah Rencong”, yang berasal dari senjata tradisional Aceh untuk melawan para penjajah. Bentuknya menyerupai huruf L, dan jika dilihat lebih dekat bertuliskan kaligrafi bismillah. Rencong termasuk dalam kategori dagger/belati (bukan pisau ataupun pedang). Rencong untuk Raja atau Sultan terbuat dari emas dan sarungnya berbahan dasar gading. Sedangkan rencong yang digunakan oleh masyarakat biasa terbuat dari kuningan atau besi putih, dan sarungnya dari kayu atau tanduk kerbau.

Selain rencong, juga terdapat siwah, bentuknya hampir sama dengan rencong hanya saja ukurannya lebih besar dan panjang. Senjata ini sangat langka, karena harganya yang mahal dan merupakan perlengkapan raja-raja yang diberi hiasan emas dan permata pada sarung dan gagangnya.

Senjata tradisional yang juga menjadi kebanggaan bangsawan sekaligus pejuang adalah Tumbak Meujanggut. Gagang tombak ini terbuat dari kayu, Bilahnya dari besi dengan ukiran motif lingkaran, segitiga,  dan persegi panjang.

Pemandu Museum Aceh, Wahyu Mulyani B. Saidan menjelaskan, Tombak ini memiliki  Panjang 200 cm. Pangkal (teubueng) di antara gagang dan bilah disematkan potongan kain dan ijuk yang menyerupai jenggot. Tumbak Meujanggut biasa digunakan sebagai perlengkapan upacara Kerajaan .

Tumbang Meujanggut merupakan salah satu dari 176 jenis senjata yang menjadi koleksi UPTD Museum Aceh yang dapat dilihat langsung oleh masyarakat saat berkunjung ke Museum atau ditampilkan dalam pameran-pameran tertentu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar