Pesan Menag untuk Peserta KSM : Jujur, Kompetitif, dan Skill Handal

KBRN, Banda Aceh : Kementerian Agama menggelar Kompetisi Sains Madrasah (KSM) tingkat Nasional tahun 2021. Ajang tingkat nasional ini diikuti 374 siswa madrasah dari 34 provinsi.

Mereka adalah siswa terbaik yang terseleksi dari 76.496 pendaftar sejak tingkat Kabupaten/Kota. KSM dilombakan dalam tiga jenjang, Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).

Kepada seluruh peserta, Menag Yaqut Cholil Qoumas berpesan tentang pentingnya kejujuran, serta keterampilan yang handal dan  kompetitif. "Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti saat ini, dibutuhkan SDM yang berkarakter, jujur, kokoh, tahan uji, dan kompetitif, serta memiliki skill handal demi kemajuan bangsa dan NKRI," pesan Menag saat memberikan sambutan secara virtual pada pembukaan KSM tingkat Nasional, Sabtu (23/10/2021).

Menag mengapresiasi prestasi yang telah diraih siswa madrasah di bidang sains dan teknologi, baik tingkat nasional maupun internasional. Meski dihadapkan pada tantangan pandemi Covid-19, siswa madrasah tetap berprestasi dan menunjukkan kemandirian dalam olah pikir dan kreativitas.

"Manfaatkan ajang KSM ini dengan sebaiknya sehingga prestasi madrasah di bidang sains dan teknologi makin meningkat," pesannya.

Sebelumnya, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Isom Yusqi menjelaskan bahwa KSM tingkat Nasional akan berlangsung tiga hari, 23 - 25 Oktober 2021. Isom mengaku, pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung hampir dua tahun menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan KSM. Karena adanya kebijakan pembatasan interaksi antar orang, KSM tahun 2020 digelar sepenuhnya secara daring sehingga disebut KSMO (KSM Online).

Untuk tahun 2021, KSM digelar secara hybrid. KSMO hanya digelar dalam seleksi tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Sementara untuk tingkat nasional para finalis berkumpul di satu lokasi yang telah ditentukan Kanwil Kemenag Provinsi masing-masing. Mekanismenya dengan menerapkan protokol kesehatan dan  pengawasan yang sangat ketat. 

"Pengawasan langsung dari dewan juri yang ditugaskan ke masing-masing lokasi, dipadu dengan pengawasan secara online yang dikendalikan langsung dari Posko Pusat di Jakarta. Dengan cara ini, diharapkan diperoleh juara KSM yang memang benar-benar juara," jelas Isom.

"Para peserta akan menjalani dua model ujian, CBT dan eksplorasi atau eksperimen," sambungnya.

Selain itu, KSM 2021 juga sudah menggunakan soal dengan tiga bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Menurut Isom, ini sebagai bentuk persiapan kegiatan KSM 2022 yang direncanakan mulai Go International, dengan melibatkan negara-negara sahabat (MABIMS atau OKI).

Provinsi Aceh mengutus 10 peserta terbaik pada ajang KSM Nasional tersebut.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00