Aceh Zona Risiko Rendah Covid-19

KBRN, Banda Aceh : Penyebaran virus corona kian terkendali dan Aceh dinyatakan sebagai zona risiko rendah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah oleh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Nasional, berdasarkan data 11-17 Oktober 2021, suluruh daerah kabupaten/kota di Aceh sudah zona kuning Covid-19.  

“Aceh meraih zona kuning karena insidensi kasus harian makin turun, pasien yang sembuh meningkat, dan kasus meninggal dunia juga berkurang dalam dua minggu terakhir,” tutur Saifullah Abdulgani dalam realese persnya, diterima RRI, Rabu dinihari (20/10/2021).

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Aceh itu menjelaskan, dalam periode 4 - 10 Oktober 2021 kasus baru bertambah 222 kasus, pasien sembuh bertambah 923 orang, dan kasus meninggal dunia 57 orang. Bandingkan minggu ini, periode 11 – 17 Oktober 2021, kasus baru 131 orang, pasien sembuh  439 orang, dan 17 orang meninggal dunia. 

Selain tren kasus konfirmasi mingguan yang turun, kasus sembuh juga meningkat, dan kasus meninggal yang makin rendah, dua kabupaten/kota yang pada analisis data minggu lalu masih dikategorikan zona oranye kini menjadi zona kuning, yakni Kabupaten Aceh Besar dan Kota Subulussalam, tambahnya.

Kemudian, juru bicara yang akrab disapa SAG itu mengatakan, kondisi Pandemi Covid-19 Aceh yang kian membaik tidak terlepas dari peran serta semua elemen masyarakat dalam Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Selama PPKM mobilitas sosial dari dan keluar Aceh relatif rendah. Begitu juga mobilitas sosial antarkabupaten/kota.

Pada sisi yang lain, katanya, masyarakat makin terbiasa dengan protokol kesehatan, yakni memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Kemudian, lanjutnya, cakupan vaksinasi Covid-19 juga terus meningkat di pelbagai kabupaten/kota. Semua itu berkonstribusi menahan lajunya transmisi virus corona di tengah-tengah masyarakat.

Selanjutnya SAG mengajak semua pihak untuk merawat kondisi yang telah dicapai Aceh saat ini dan melanjutkan upaya pengendalian transmisi virus corona. Sebab, menurutnya, di zona kuning kasus konfirmasi baru masih ditemukan, transmisi virus dari luar daerah (imported case) masih bisa terjadi, dan begitu juga transmisi di tingkat rumah tangga.

Semua kemungkinan tersebut dapat diputuskan dengan perilaku normal baru (new normal) tetap memakai masker, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan di ruang dan di dalam transportasi publik.

Penderita Covid-19 tanpa gejala seyogyanya melakukan isolasi mandiri sesuai protokol untuk mencegah transmisi virus dalam keluarga. Kemudian, kelompok rentan dengan penyakit penyerta sedapat mungkin menghindari ke luar rumah apabila tidak ada kebutuhan yang sangat mendesak, imbuhnya.

“Kita masih perlu menahan diri dengan penerapan protokol kesehatan dan melanjutkan prosedur testing dan tracing terhadap kontak erat Covid-19, agar Aceh menjadi zona hijau, zona yang dianggap aman dari transmisi virus corona,” tutur SAG.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00