Indonesia Nego Arab Saudi Agar Memberi Kemudahan Umrah

KBRN, Banda Aceh: Kepala Seksi Bina Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Provinsi Aceh, Azhar, S.Ag, MA menyatakan, Pemerintah Indonesia melakukan berbagai upaya negosiasi agar Arab Saudi segera mengizinkan  dan memberi kemudahan pelaksanaan ibadah umrah. Hasil negosiasi tersebut, pemerintah Arab Saudi berkomitmen memprioritaskan jamaah Indonesia.

Salah satu permintaan yang sedang diajukan dan masih menunggu putusan dari Arab Saudi, adalah diizinkannya jamaah Indonesia yang sudah vaksin sinopharm maupun sinovac tanpa harus melakukan vaksin dosis III yang direkomendasi oleh pemerintah Arab Saudi.  Seperti yang diketahui, hanya pengguna vaksin moderna, Astrazeneca, Johnson & Johnson, dan Pfizer yang diperbolehkan untuk masuk ke negara tersebut.  

Azhar menegaskan, semua aturan yang diajukan oleh Arab Saudi harus dipatuhi mulai dari protokol kesehatan, serta kemudahan verifikasi sertifikat vaksin, dengan melakukan Integrasi Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh) dengan aplikasi Peduli Lindungi.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam dialog interaktif yang disiarkan melalui programa 1 dan channel youtube RRI Banda Aceh, Selasa (19/10)

Sementara itu, Ketua Komunitas Travel Umrah dan Haji Aceh (Katuha) Mahfudz Ahmad Makam menyampaikan apresiasi kepada semua pihak, yang terus berupaya agar jamaah Indonesia khususnya Aceh dapat kembali melaksanakan ibadah di tanah suci.

Menurut Mahfudz belum dibukanya umrah bagi 6 negara, meliputi Indonesia, Mesir, Turki, Pakistan, India dan Bangladesh bukan tanpa sebab, tapi dikarenakan keenam negara tersebut setiap tahunnya memberangkatkan jamaah dalam jumlah banyak. Berbagai persiapan terus dilakukan, bahkan jika tidak ada kendala, jamaah Indonesia berpeluang melaksanakan ibadah umrah pada November 2021.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00