BMKG Aceh Imbau Masyarakat Waspada Potensi Kekeringan

Hasil Pantauan Citra Satelit Himawari 08 pada Jumat (15/10/2021) di bmkg.go.id.png

KBRN, Banda Aceh: Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Aceh mengimbau masyarakat untuk waspada kondisi kekeringan yang masih melanda sebagian wilayah Aceh pada Jumat (15/10/2021). Prakirawan cuaca Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh, Fekri Linanda, Agro S.Tr menyebutkan kelembapan udara secara umum berkisar 55–70 persen dengan suhu udara maksimum dapat mencapai 34 derajat celcius.

Kondisi kekeringan ini kata Dia perlu diwaspadai, mengingat terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa wilayah selama hampir sepekan. Terlebih menurutnya terdapat 13 titik panas (hot spot) tersebar di hampir seluruh wilayah Aceh.

Adapun lokasi sebaran titik panas tersebut di antaranya, 2 titik di Kecamatan Silihnara Aceh Tengah, 6 titik di kecamatan Bukit, Bener Meriah, 2 titik di kecamatan Darulmakmur, Nagan Raya, 2 titik di kecamatan Tiro Pidie, dan 1 titik di kecamatan Rundeng, Kabupaten Subulussalam. Disebutkan ke-13 titik panas tersebut memiliki tingkat kepercayaan sedang.

Di samping itu, pihaknya memprediksi terdapat potensi hujan dengan intensitas sedang di wilayah tengah dan selatan Aceh pada hari ini. Seperti wilayah Aceh Tamiang, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan sekitarnya berpotensi hujan pada siang hingga malam hari.

“meski diprediksi adanya potensi hujan di beberapa wilayah, kondisi kekeringan masih juga terjadi. Masyarakat tetap perlu waspada dengan tidak membakar lahan sembarangan, khususnya wilayah gambut dan hutan,” kata Fekri.

Sementara itu, gelombang laut diperkirakan masih cukup tinggi di perairan Utara Sabang, perairan Barat Aceh, perairan Samudra Hindia Barat Aceh, dan perairan Selat Malaka Bagian Utara. Ketinggian gelombang laut diprediksi dapat mencapai lebih dari 3 meter dengan kecepatan angin berkisar 0-35 km/jam.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00