Seleksi CPNS di Aceh Terapkan Prokes Ketat, Wajib Bawa Hasil Negatif Covid-19

Peserta seleksi CPNS di Aceh menjalankan protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid-19. Foto : Ist

KBRN, Banda Aceh : Pelaksanaan ujian Seleksi Kemampuan Dasar (SKD) untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2021 yang berlokasi di Kantor Regional (Kanreg) XIII BKN Aceh menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penularan covid-19.

Setiap peserta CPNS diwajibkan untuk menyerahkan bukti hasil uji PCR yang berlaku 2x24 jam atau rapid test antigen 1x24 jam dengan hasil negative /non-reaktif.

Kepala Kantor Regional (Kanreg) XIII BKN Aceh, Ojak Murdani, Senin (27/9/2021) menjelaskan ujian SKD yang berlangsung dengan menerapkan   protokol kesehatan, dimulai dari peserta memasuki halaman Kanreg BKN Aceh hingga masuk ke ruang ujian. Pemeriksaan suhu tubuh, penggunaan masker, dan menjaga jarak terus dilakukan secara tertib demi mencegah penyebaran Covid-19.

Ojak menambahkan, peserta ujian dibagi ke dalam beberapa sesi, dengan masing-masing sesi berjumlah maksimal 35 orang. Setiap sesi nantinya akan dijeda selama satu jam sebagai persiapan peserta dan penyemprotan desinfektan.  Pembagian sesi bertujuan mencegah kerumunan peserta dan penyebaran virus Covid-19. 

Hal tersebut sejalan dengan rekomendasi Satgas Covid, tentang aturan batasan jumlah peserta dalam ruang ujian sebanyak 30-50 persen dari kapasitas normal ruangan.

Lebih lanjut kata Ojak, bagi peserta dengan suhu tubuh 37,3 derajat celcius akan ditempatkan pada ruangan khusus yang telah disediakan. Sementara bagi calon peserta ujian yang terkonfirmasi positif covid-19, akan dijadwalkan ulang berdasarkan hasil koordinasi bkn pusat dengan instansi yang dilamar peserta.

Selain di Kanreg XIII BKN, lokasi pelaksanaan ujian SKD juga akan dilaksanakan oleh pemerintah daerah di wilayah Aceh secara mandiri di 16 titik lokasi.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00