T2PSI diminta Fokus Tindak Kasus Liwath

KBRN, Banda Aceh: Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Farid Nyak Umar meminta Tim Terpadu Penegakan Syariat Islam (T2PSI) melakukan pemetaan terhadap kawasan yang rawan pelanggaran syariat Islam.

Tim tersebut juga diminta focus pada pelanggaran syariat Islam berupa liwath yaitu Gay/homo. Dalam Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat, diatur sanksi hukuman cambuk bagi pelaku Liwath (hubungan sesama jenis antara laki-laki), paling banyak 100 kali . Menurut Farid, razia di salon kecantikan harus lebih ditingkatkan, dan segera menutup izin usaha bagi yang melakukan pelanggaran syariat.

Selain adanya temuan kasus, indicator meningkatnya liwath juga ditandai dengan banyaknya kasus HIV/Aids. HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang selanjutnya melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit, sedangkan AIDS adalah kondisi yang terdiri dari kumpulan gejala terkait melemahnya sistem imun, sehingga tidak mampu melawan infeksi.

Ketua DPRK berharap, setiap ditemukan pelanggaran syariat Islam dalam bentuk apapun, pihak berwenang harus terbuka dengan dipublikasikan, mulai dari proses pengungkapan hingga putusan hukum, sehingga menimbulkan kepercayaan public dan memberi efek jera.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00