USK Ciptakan Alat Detektor Suara Napas

KBRN, Banda Aceh: Lima mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa-Karsa Cipta (PKM-KC) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Tim PKM-KC USK ini diketuai oleh Khalilullah dari Fakultas Kedokteran. Anggota kelompok ini terdiri atas Delia Putri Sanur dan Adinda Zahra Ayufi Ramadhani dari Fakultas Kedokteran, Muhammad Yusuf Kardawi dari Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro dan Komputer serta Fawzi Linggo dari Fakultas Teknik Jurusan Teknik Elektro. Pembuatan alat detektor ini dibimbing oleh Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala yaitu Dr dr Budi Yanti SpP (K).

Mahasiswa USK merakit dan menciptakan sebuah alat detektor untuk menentukan suara napas yaitu mengi atau wheezing yang sangat sering ditemukan pada penderita Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) dan Asma yang terintegrasi secara real-time dengan gadget.

Ketua Tim PKM-KC USK, Khalilullah menjelaskan, perakitan alat detektor ini berawal dari ditemukannya fakta di lapangan bahwa ada perbedaan persepsi di kalangan tenaga kesehatan. Khususnya dalam menentukan suara wheezing dengan pasti pada pasien dengan kelainan obstruksi saluran napas seperti Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) dan Asma hanya dengan menggunakan stetoskop biasa.

Alat ini diharapkan dapat membantu tenaga kesehatan dalam menemukan wheezing pada pasien PPOK dan Asma.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00