Radio Rimba Raya penyelamat Indonesia

Radio Rimba Raya di Meseum Pusat TNI-AD Dharma Wiratama Yogyakarta .jpeg

KBRN Banda Aceh : Setiap Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus, sejenak kita mengenang Peranan Kota Juang Bireuen dan Radio Rimba Raya milik TNI Divisi X Komandemen Sumatera Langkat dan Tanah Karo bermarkas di Kota Juang Bireuen .   

Radio Rimba Raya milik TNI Divisi X pimpinan Panglima Kolonel Hoessein Joesoef satu satunya pemancar radio di Aceh dimasa aggresi pertama dan kedua Belanda tahun 1947-1948. Pesawat radio rimba Raya ini merupakan buatan Amerika yang dibeli TNI Divisi X Komandemen Sumatera Langkat dan Tanah karo dari Singapura tahun 1947 .Untuk mendapatkannya juga memerlukan perjuangan yang cukup berat karena harus dibeli dengan harga yang sangat mahal. Untuk itu dilakukan barter dengan hasil bumi Aceh dan upaya menyeludupkan pesawat radio tersebut cukup sulit karena harus mengarungi Selat Malaka yang tidak lepas dari pengintaian Pesawat Tentara  Sekutu Belanda.  12 prajurit Divisi X Bireuen  gugur tenggelam kedasar laut Selat Malaka karena di Bom Bardir oleh pesawat Sekutu Belanda.   Meski banyaknay rintangan yang harus dilalui, Pesawat Radio Rimba Raya akhirnya tiba dengan selamat.

Semula pemancar radio dipasang di pegunungan Juli Krueng Simpo 20 kilometer jaraknya dari Kota Juang Bireuen, sedangkan studio siaran ditempatkan di rumah dinas Panglima Kolonel Hoessein Joesoef atau pendopo Bupati Bireuen sekarang.Lantaran terus diserang pesawat pengintai sekutu belanda, pesawat radio dipindahkan ke Cot Gueh Koetaradja dan akhirnya kembali di pindahkan ke Rimba Raya Kabupaten Bener Meriah . Dengan kekuatan satu kilowatt pada frekuensi 19,25 dan 61 meter, Radio Rimba Raya  berhasil  memblokade dan membantah propoganda siaran bohong  Radio Hervenzent  Belanda di Batavia .

“  Republik Indonesia masih ada, karena pemimpin Republik  masih ada ,Tentara Republik masih ada, Pemerintah Republik masih ada, Wilayah Republik masih ada, dan disini adalah Aceh …….”

Kalimat Indonesia masih ada , Indonesia masih ada mengudara dari Radio Rimba Raya di pedalaman Rimba Raya Kabupaten Bener Meriah Aceh. sebagaimana diceritakan Ketua Dewan Pimpinan Cabang Legiun Veteran RI Kabupaten Bireuen Aceh H.AR.Djuli yang juga merupakan saksi sejarah, siaran yang disiarkan dalam beberapa bahasa tersebut, mampu ditangkap jelas oleh Radio di Semenanjung Melayu, Singapura, vietnam, philipina, Australia dan Eropa .      

“  jadi Radio Rimba Raya disiarkan dalam Bahasa Indonesia, Inggris, Belanda,Arab dan Bahasa Cina , ujar H.AR. Djuli .

Siaran Radio Rimba Raya yang mengudara pada tanggal 22 Desember 1948 terebut, mampu menyakinkan PBB dan masyarakat dunia bahwa Indonesia sudah merdeka 17 Agustus 1945 dan tidak mempercayai lagi siaran bohong Radio Hervenzent Belanda.  Kini Radio Rimba raya tersebut menjadi  salah satu koleksi Meseum Pusat TNI-AD Dharma Wiratama Yogyakarta. Meski perangkatnya sudah tidah bisa dipergunakan lagi, namun kondisinya terawat baik. Radio yang telah banyak memberikan arti bagi perjuangan mempertahankan kemerdekaan RI , menurut Kepala Meseum Pusat TNI-AD Dharma Wiratama Yogyakarta Kapten Yanti Murdiani  memberi banyak dukungan bagi perjuangan kemerdekaan bangsa ini. Hal ini Sebagaimana di utarakan Kapten Yanti Murdiani berikut ini .

“ TNI membantah propaganda Belanda , Bahwa TNI sudah hancur, yang melakukan perlawanan hanya ekstrim saja sehingga menimbulkan ketidakpercayaan dunia luar terhadap TNI. Padahal waktu itu TNI bersama rakyat sendiri masih terus melakukan perjuangan.Nah dengan menggunakan transmiter radio tersebut TNI memberitakan keseluruh dunia bahwa TNI masih ada dan terus berjuang sehingga mampu menangkal stigma negatip atau propaganda yang dilakukan Belanda tersebut “ tambah Kapten Yanti .

Meski tak dapat berfungsi lagi, namun keberadaan Radio Rimba Raya ini akan terus dikenang oleh rakyat Indonesia. Radio Rimba Raya sangat penting perannya pada masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan pernah menjadi penyelamat Indonesia .

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar