DSA Pastikan Mayoritas Lembaga Sudah Beralih ke Syariah

KBRN, Banda Aceh: Satu per satu Bank Konvensional di Aceh melakukan penutupan kantor cabang, seiring dengan pemberlakuan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS), Nomor 11 tahun 2018, yang efektif diterapkan pada 4 Januari 2022. Salah satunya Bank Mandiri yang menghentikan operasional 52 cabang di seluruh Aceh.

Bank Mandiri juga telah menyerahkan sejumlah aset perseroan kepada Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai representasi Mandiri Group di Aceh, mengkonversi 35 cabang ke dalam jaringan kantor BSI, dan mengalihkan rekening Dana Pihak Ketiga (DPK) maupun kredit ke BSI.

Ketua Dewan Syariah Aceh (DSA), Prof. Dr. M. Shabri Abd Majid, M. Ec menyatakan, Qanun LKS tidak hanya berlaku bagi lembaga perbankan tapi juga Non Bank. Bahkan beberapa lembaga seperti Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan yang beroperasi di Aceh sedang bersiap mengubah sistem ke syariah.   Kantor cabang BPJS di Aceh akan menjadi model percontohan sistem syariah.

Sementara itu, Ketua Komisi VI (enam) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Tgk H Irawan Abdullah S.Ag menegaskan, terkait wacana revisi (peninjauan/pemeriksaan kembali untuk perbaikan, bahkan diubah) Qanun LKS, yang disuarakan oleh anggota dewan belum menjadi kesepakatan bersama, dan hanya pendapat individu/kelompok.

Pihaknya memahami usulan tersebut karena banyaknya permasalahan dalam masa peralihan bank konvensional ke syariah, namun bukan dikarenakan sistem syariah tapi Merger bank (kegiatan penggabungan) bank BRI dan BNI Syariah, serta Bank Syariah Mandiri menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI). Untuk itu semua pihak diminta memahami kondisi ini, sampai sistem benar-benar optimal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00