Pencurian Telur, Kendala Pelestarian Penyu Di Aceh Jaya

KBRN, Banda Aceh : Penyu lekang dan penyu belimbing merupakan jenis penyu yang sering bertelur di wilayah pantai Provinsi Aceh. Namun, telur-telur tersebut diburu oleh sekelompok masyarakat untuk dijual dikarenakan harganya yang tinggi, selain tentunya untuk dikonsumsi.

Ketua Komunitas Aroen Mebanja Muniardi  bersama sejumlah rekannya pun mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Ini dikarenakan, lelaki kelahiran tahun 1971 tersebut memang rutin memantau sarang penyu.

“Jual beli telur penyu mulai terasa setelah tsunami yang terjadi pada 26 Desember 2004 meluluhlantakkan Aceh. Sebelumnya, masyarakat di Kabupaten Aceh Jaya, hanya mengambil terbatas untuk dikonsumsi. Sebagian besar, telur yang ada di sarang dibiarkan hingga menetas.saya semakin antusias bekerja menyelamatkan penyu dari perburuan telur setelah mendapat dukungan dari Bupati Aceh Jaya dan lembaga pemerintah lainnya, termasuk dari lembaga adat di Kecamatan Panga.”ujar Dedi Penyu kepada rri.co.id Sabtu (31/07/2021).

Bupati Aceh Jaya pada 8 September 2015 mengeluarkan Surat Keputusan Nomor: 378 Tahun 2015 tentang tim pengelola kawasan konservasi penyu Aroen Meubanja, Kecamatan Panga. Dilengkapi Akta Notaris Lembaga Tim Konservasi Penyu Aroen Meubanja Nomor: 1 Tahun 2017, tanggal 16 Februari 2017.

Pihak lain juga mendukung pelestarian ini. Leuser Coffee misalnya, mereka telah dua kali menjual kopi yang 50 persen hasil penjualannya diberikan untuk pelestarian penyu di Kecamatan Panga.

Menurut Muniardi, kegiatan yang mereka lakukan adalah memberikan pemahaman pentingnya penyu di lautan. Mereka juga melakukan patroli di pantai Keude Panga, Kuta Tuha, dan Alue Pit, Kecamatan Panga, agar telur penyu tidak diambil pemburu.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00