30 Ribu Pasien Covid-19 di Aceh Butuh Donor Plasma dari Penyintas

Foto : Istimewa

KBRN, Banda Aceh : Kasus covid di Provinsi Aceh telah mencapai 20 ribu lebih, 16 ribu sudah dinyatakan sembuh, sembilan ratus jiwa meninggal dunia, dan 3 ribu lebih diantaranya sedang berjuang untuk sembuh.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, dr. Safrizal Rahman Rabu (28/7/2021) menjelaskan, pasien covid membutuhkan donor darah plasma konvalesen dari penyintas covid atau seseorang yang sembuh dari covid. Donor plasma konvalasen dikenal sejak lama sebagai metode terapi untuk menyembuhkan penyakit tertentu.

Secara sederhana, terapi plasma konvalesen adalah transfer antibody antara penyintas suatu infeksi kepada orang yang sedang menghadapi infeksi. Antibodi adalah bagian dari sistem imunitas yang berperan sebagai benteng pertahanan, untuk melindungi tubuh dari virus, bakteri, kuman, dan zat-zat penyebab penyakit infeksi.

Dr Safrizal juga mengajak masyarakat Aceh untuk terus menerapkan protocol kesehatan dengan disiplin dan melakukan vaksinasi agar terciptanya hert imunity dalam upaya mendukung pemerintah mengatasi pandemic covid-19 ini.

Kepala Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, dr. Ratna Sari Dewi menyatakan, pihaknya sudah memiliki alat khusus untuk pengambilan plasma dari penyintas covid, namun jumlah penyintas yang datang dengan sukarela ke PMI masih sangat sedikit. Bahkan tidak semua memenuhi kriteria, karena titer antibody yang dimiliki hanya 80, sedangkan syarat menjadi pendonor plasma titernya lebih dari 160.

Menurut dr. Ratna, ada beberapa penyebab penyintas tidak dapat mendonorkan plasma, diantaranya memiliki penyakit penyerta, dan titer antibody rendah. Untuk itu, Penyintas diminta mendonorkan plasma, pada saat kurang dari 3 bulan setelah dinyatakan sembuh dari covid, serta berusia 18 hingga 60 tahun dengan berat badan minimal 55 Kilogram.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00