Meningkatkan Kapasitas Nazir

KBRN, Banda Aceh : Nazir menduduki peran penting dan bertugas mengelola, melindungi dan mengembangkan aset wakaf. Nazir memang tidak termasuk salah satu rukun wakaf. Namun setelah memperhatikan tujuan wakaf yang hendak melestarikan manfaat dari hasil aset wakaf, maka keberadaan nazir sangat penting dan strategis, bahkan menempati peran sentral dalam pengelolaan wakaf.

Anggota Badan BMA, Mohammad Haikal mengatakan, peran nazir baru optimal apabila memiliki kemampuan manajerial dan skill profesional.

“Karena itu, kapasitas nazir perlu terus tingkatkan dengan berbagai cara, melalui pelatihan dan  magang, serta senantiasa belajar dari kisah sukses nazir lain,” katanya.

Dalam konteks ini, tambah Haikal, Baitul Mal Aceh berupaya meningkatkan kapasitas nazir melalui pelatihan nazir secara virtal yang berlangsung  tanggal 8, 15 dan 29 Juli 2021.

“Kita sudah mengundang narasumber dan menyiapkan fasilitas online yang diperlukan, sehingga peserta dapat belajar lebih nyaman,” katanya.

Dia menambahkan, pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, produktifitas dan kreatifitas nazir, sehingga dalam jangka menengah dan jangka panjang, potensi aset wakaf yang ada di Aceh dapat dikelola dan dikembangkan oleh nazir yang profesional, sehingga manfaat wakaf semakin terasa bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Selanjutnya : nazir yang profesional

Halaman 1 dari 2

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00