20 Tahun Kota Lhokseumawe, Pembangunannya Masih Tak Tentu Arah

KBRN, Banda Aceh : Meskipun Pembangunan Kota Lhokseumawe selama 2 (Dua) Tahun terakhir terkendala dengan Wabah Covid-19, sehingga banyak Anggaran yang di alihakan untuk penanganan Covid-19. namun sebelum wabah Corona melanda, Pembangunan Kota Lhokseumawe dinilai belum ada tujuan yng jelas. Hal itu di katakana Anggota DPRK Kota Lhokseumawe, Ustadz Abdurrahman Yusuf.

Menurutnya, Pembangunan Kota Lhokseumawe bukan terkendala dengan Anggaran. akan tetapi ada beberapa hal yang terjadi, sehingga Pembangunan Daerah ini tidak berjalan seperti yang di harapkan. yang Pertama terkait dengan Sumber Daya Manusia (SDM) seperti contoh tidak di tempatkan pada posisi yang semestinya .yang Kedua lemahnya Kinerja. selanjutnya lemahnya Komuniskasi dan Kordinasi, sehingga berjalan sendiri tanpa tujuan yang jelas.

“Sebenarnya bukan masalah Anggaran, namun jika Mereka mau berbuat ngak ada yang ngak bisa berbuat. Namun karena lemahnya SDM, lemahnya Kinerja dan lemahnya Komunikasi dan Kordinasi sehingga Eksekutif bekerja sendiri tanpa tujuan yang jelas.” ungkap Ustadz Abdurrah Yusuf dalam bincang-bincang bersama RRI yang bertemakan 20 Tahun Kota Lhokseumawe Kamis (24/06/21).

Padahal dengan mengandalkan Komunikasi dan Kordinasi dengan berbagai pihak, seperti contoeh Lembaga DPRK tentunya akan menghasilkan Program-program Pembangunan yang mengarah. apalagi jika di Libatkan Komponen dan ELemen Masyarakat yang mndukung jalannya Roda Pemerintahan.

“Meskipun hubungan Eksekutif dengan Legislatif harminis, namun ada –hal-hal tertentu tidak terakomodir sehingga Mereka berjalan sendiri sehingga berdampak Negatif, contohnya banyaknya Sarana Publik seperti Pasar, Lapangan Upacara, Terminal dan lainnya  terbengkalai dan tidak terurus karena Pembangunannya tidak di rancang secara matang.”tambahnya.(Nasrullah/Lhok)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00