Ketua Komisi VI DPRA: Sudah Seharusnya Pendidikan di Aceh Terbaik

KBRN, Banda Aceh : Awal pekan ini dunia pendidikan di Aceh sedang bersuka cita. Betapa tidak Berdasarkan pengumuman terbaru dari Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Provinsi Aceh berada pada posisi delapan terbanyak nasional meluluskan siswa-siswinya pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tahun 2021.

Jumlah siswa-siswi Aceh yang mendaftar pada SBMPTN tahun ini mencapai 16.767 peserta. Dari jumlah tersebut, 6.888 peserta atau 41 persennya dinyatakan lulus.

Sebelumnya para siswa-siswi lulusan SMA dan SMK di Aceh juga berhasil meraih posisi kelima secara nasional pendaftar yang lolos dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun 2021.

Jumlah siswa-siswi SMA dan SMK dari Provinsi Aceh yang terdaftar pada SNMPTN tahun 2021 yaitu 15.290 orang dan yang diterima 5.626 orang atau 36.80 persen.

Atas capaian tersebut, Ketua Komisi VI DPRA, Tgk Irawan Abdullah, ikut senang dan mengapresiasi kerja keras Dinas Pendidikan Aceh bersama stakeholder lainnya. Ia berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan dan juga ditinggkatkan lagi.

“Atas nama pribadi dan Komisi VI DPRA, kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Aceh beserta jajarannya atas keberhasilan tersebut. Semoga ini menjadi motivasi agar kedepannya pendidikan di Aceh menjadi yang terbaik,” kata Tgk Irawan Abdullah, Jum'at (17/06/2021).

Pun demikian, Wakil Ketua F-PKS DPR Aceh itu menjelaskan saat ini Dinas Pendidikan Aceh mengelola banyak anggaran. Di tahun 2021 ini saja mencapai Rp3,5 triliun. Dan dengan anggaran yang banyak itu diharapkan adanya peningkatan terhadap status pendidikan Aceh.

“Dana pendidikan untuk Aceh apalagi dengan adanya otsus. Maka sudah seharusnyalah dengan dana tersebut pendidikan di Aceh menjadi yang terbaik,” kata Tgk Irawan Abdullah.

Anggota DPRA Dapil Sabang, Aceh Besar dan Banda Aceh itu menambahkan pada tahun 2021 saja anggaran untuk pendidikan dari perencanaan awal di KUA PPAS Rp2,7 triliun dan sekarang mencapai Rp3,5 triliun. Dana itu haruslah digunakan dengan sebaik-baiknya dan tepat sasaran sehingga mutu pendidikan di Aceh terus meningkat.

“Kami juga mengharapkan partisipasi aktif masyarakat, mari kita sama-sama mengawal penggunaan anggaran pendidikan tersebut. Sehingga cita-cita Pemerintah Aceh untuk mewujudkan Aceh Carong dalam terealisasi. Semoga dimudahkan,” pungkas Tgk Irawan Abdullah. [*]

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00