Azhari Cage : Perlu Ditinjau Kembali Pergub/Perbub dan Perwal Terhadap Pembatasan jam Malam di Warung Kopi di Aceh

KBRN,Banda Aceh : Pemerintah Aceh dan kab/kota jangan hanya tau mengeluarkan pergub/perbub dan perwal tentang prokes pencegahan covid 19 tapi juga harus memperhatikan imbas yg timbul terhadap perekonomian Rakyat.

Selama ini tidak ada prokes covid saja pengangguran dan kemiskinan di Aceh sangat memprihatinkan ditambah lagi dgn aturan tersebut imbas nya ya ekonomi Aceh makin hancur kata Azhari cage jubir KPA pusat yg juga mantan ketua komisi 1 DPRA ini, Minggu, (13/06/2020).

Ketika ada pergub/perbub dan perwal terhadap pembatasan jam mlm di warung2 kopi di Aceh yaitu hanya boleh buka sampai jam  22 wib atau jam 23 wib saya heran dgn aturan tersebut padahal belum ada sebuah penelitian ilmiah pun yg menyatakan virus corona hanya menyebar lepas jam 22 Wib.

“menurut saya lebih baik diatur saja misalnya satu meja 2 orang tanpa pembatasan jam mlm nya,dgn aturan ini banyak pengusaha2 warkop yg mengeluh dan pedagang2 lain nya karna imbasnya terhadap omset penjualan yg rata2 sangat menurun drastis karna kita tau bersama masyarakat Aceh rata2 siang nya bekerja dan baru malam harinya meraka memakai waktu santai dan berkumpul dgn rekan2 sambil menikmati secangkir kopi sambil bersilaturrahmi dan berbelanja,” Terang Azhari.

Maka kita minta aturan ini dikaji ulang dan kalau pun dilanjut harus ada solusinya yaitu misalnya pemerintah Aceh/pemkab/pemkot memberikan intensif terhadap pedagang2 tersebut yg terkena imbas dari aturan tersebut.

“saya merasa kasihan terhadap saudara2 kita yg terkena imbas bahkan saya dengar ada yg gulung tikar,semoga covid ini cepat berlalu dan ekonomi Aceh kembali bergeliat dan kita semua selalu berada didalam lindungan Allah,” Pungkas Azhari Cage.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00