Perselingkuhan dan KDRT Dominasi Kasus Perceraian Di Kota Sabang

KBRN, Banda Aceh : Dari Januari hingga April 2021 angka cerai gugat mencapai 27 perkara   di Kota Sabang,  penyebab  terjadi kasus perceraian kebanyakan karena perselisihan secara terus menerus, KDRT, Perselingkuhan dan  faktor ekonomi.

Menurut Hakim Humas Mahkamah Syariah Sabang Nurul Husna, SH, kecilnya angka perceraian, karena di Kota Sabang hanya memiliki dua kecamatan dengan jumlah penduduk tidak sebanyak  dengan kabupaten/kota lainnya di Aceh.

“Rata-rata memang kita di Sabang ini, perselisihan yang secara terus menerus yang menjadi penyebabnya, tapi perselisihannya itu disebabkan oleh apa, nah itu bervariasi, perceraian itu ada faktor-faktornya dalam KHI, jadi faktor yang paling banyak kita temukan di MS Sabang ini itu karena perselisihan secara terus menerus, ada yang perselingkuhan, KDRT, ada yang ekonominya kurang.” ujar Nurul Husna.

Tambahnya, Sebelum berlanjut ke proses persidangan, penggugat dan tergugat akan diberikan mediasi. Pada tahun 2020 lalu tercatat sebanyak 90 perkara gugat cerai yang terdaftar di Mahkamah Syariah Sabang, sementara sejak Januari 2021 hingga kini hanya satu kasus yang berhasil dimediasi oleh pihaknya.

Nurul Husna mengharapkan kepada setiap pasangan suami istri yang ada di Kota Sabang, ketika ada permasalahan agar bisa di selesaikan secara kekeluargaan dan jangan jadikan Mahkamah Syariah sebagai satu-satunya solusi untuk mengakhiri Rumah Tangga.(Diah Novritaria/SBN)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00