Eksotisnya Goa Telaga Biru dan Air Terjun Tujuh Bidadari di Bener Meriah

KBRN, Banda Aceh : Kampung Penosan Jaya adalah sebuah desa yang berada di penghujung wilayah Kabupaten Bener Meriah. Wilayah kampung ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Utara. Kampung ini dulunya merupakan sebuah dusun kecil yang berada dalam wilayah Desa Jelobok Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah. Seiring telah dilakukan pemekaran Desa Penosan Jaya kini telah menjadi sebuah desa definitif. Dulu Desa Penosan Jaya lebih di kenal dengan sebutan Kampung "Weh Due".

Mayoritas penduduk setempat adalah etnis suku Gayo yang berasal dari Kabupaten Gayo Lues. Sedangkan penambalan nama kampung Penosan Jaya merupakan nama sebuah kampung asal yang ada di Kabupaten Gayo Lues yakni, Kampung Penosan Kecamatan Blang Jerango Kabupaten Gayo Lues.

Sama halnya dengan Kampung Uring di kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah dan Kampung Uring di Kecamatan Bukit Bener Meriah. Awalnya penduduk setempat adalah orang orang yang bermigrasi dan menetap untuk mencari penghidupan yang lebih layak, dalam artian menurut para orang tua dahulu "Empit ngenaken Lues"

Dahulu kampung Penosan Jaya atau kampung Weh Due, merupakan daerah sebagai penghasil tembakau lose atau yang lebih familiar disebut dengan Bako Ramung. Hal tersebut di mungkinkan karena pada era tahun 80 an daerah ini baru di buka, outomatis sebagai penyangga ekonomi masyarakat adalah bercocok tanam tembakau.

Saat ini sebagian besar wilayah kampung Penosan Jaya masih merupakan hutan belantara, namun siapa menduga di balik rimbunnya hutan belantara tersebut terdapat sebuah goa, dan sumber mata air yang begitu jernih. Penduduk setempat menamainya Goa Atu Kapur atau lebih kerennya Goa Telaga Biru. Dari sumber mata air inilah, air mengalir jernih kemudian oleh para pendahulu yang melintasi daerah tersebut memberi nama Weh Kerti atau dalam bahasa Aceh yaitu Kroung Kerto.

Butuh waktu satu jam setengah perjalanan melintasi hutan belantara ini, jika ingin mengunjungi Telaga Biru Tujuh Bidadari. Sepenjang perjalanan anda akan disuguhi pemandangan alam serta akan di manjakan dengan kicauan burung, Begitu juga dengan aliran sungai kecil yakni sungai Weh Uyem dan Weh keruh. Anda juga akan terpesona dengan mahluk penghuninya. Selain itu Anda akan disuguhi dengan penampakan sejumlah Goa, salah satu goa yang cukup terkenal ialah Goa Loyang Kaming.

Namun perlu diingat, kawasan hutan di daerah ini masih perawan dan masih alami. Jika Anda berkunjung ke daerah ini, hal yang perlu anda perhatikan adalah "Enti Rie" alias jangan sombong dan jauhi sifat takabur.

Ketua DPRK Bener Meriah MHD. Saleh saat di konfirmasi media ini di ruang kerjanya mengatakan, untuk bisa tiba di Goa Atu Kapur atau Telaga Biru Tujuh bidadari, Anda harus menyusuri jalan setapak sejauh 7 Km dari Kampung Penosan Jaya. Menurut MHD Saleh setelah objek wisata ini terekspos melalui jejaring sosial dari para pengunjung, tempat ini semakin ramai dikunjungi, bahkan setiap hari ada yang datang dan mengunjungi Telaga Biru, Tujuh Bidadari.

MHD Saleh juga berharap,  semoga ke depan ada akses jalan menuju lokasi tersebut, mengingat lokasi wisata ini begitu indah dan layak untuk dikunjung dan saya rasa ini bisa di jadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Bener Meriah. Terlebih lagi bagi warga Kabupaten Aceh Utara, karena saat ini akses jalan yang bisa di lalui menuju Telaga Biru Tujuh Bidadari hanya dapat ditempuh melalui kabupaten Tetangga yakni Kabupaten Aceh Utara, ungkapnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh Reje Kampung Penosan Jaya Rahmadsyah. Saat ini kite tengah mengusahakan akses jalan menuju lokasi wisata Telaga Biru Tujuh Bidadari. Namun kendala yang di hadapi adalah keberadaan objek wisata Telaga Biru Tujuh Bidadari berada dalam kawasan hutan lindung. Untuk itu Rahmatsyah tengah mengupayakan pengelolaan objek wisata ini melalui Lembaga Pengelola Hutan Desa atau LPHD, seperti Objek wisata Lut Atas di kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah.

"Kita sudah mengajukan ke pihak kementerian terkait, tapi mengingat belum tuntasnya Pandemi Covid 19, untuk sementara terpaksa pihak kementerian menangguhkan dahulu. Karena pihak kementerian akan menurunkan tim obsevasi dan uji kelayakan untuk memastikan kawasan tersebut dapat di jadikan sebagai objek pariwisata," katanya.

Reje Penosan Jaya juga menambahkan. Untuk sementara bagi para pengunjung yang hendak menuju Telaga Biru Tujuh Bidadari lewat kampung Penosan Jaya biasanya selalu diantar oleh para pemandu wisata lokal dari pemuda kampung Penosan Jaya. Selain itu Rahmatsyah juga mengingatkan bagi para pengunjung agar membawa bekal dan perlengkapan, mengingat jauhnya perjalanan dan biasanya para pengunjung selalu mendirikan kemah dan bermalam di sana.

Rahmadsyah Reje Penosan Jaya juga menyebutkan bahwa masih banyak yang perlu dibenahi di desa Penosan Jaya sebagai penunjang ke depan. Saat ini hal yang paling mendesak adalah tersedianya jaringan internet, pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Bener Meriah Irmansyah.S.STP melalui sekretaris Ihsan ST menyampaikan. "Kita akan suport terus masyarakat setempat agar objek wisata Telaga Biru Tujuh Bidadari dapat dikelola melalui Lembaga Pengelola Hutan Desa. Dengan demikian ke depan kita bisa programkan proses pengembangan dan akses menuju kesana.

Rencananya kita akan lakukan observasi langsung ke lokasi keberadaan objek wisata Telaga Biru Tujuh Bidadari. Karena menurut Ihsan, ST ini adalah pesona lain yang masih tersembunyi di Kabupaten Bener Meriah. Sementara itu terkait objek wisata Telaga Biru dan Air Terjun Tujuh Bidadari kita sudah masukkan kedalam Detail Engineering Design (DED) Dinas Pariwisata Kabupaten Bener Meriah, pungkasnya. (dn/kominfo-BM)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00