FOKUS: #VAKSIN COVID-19

444 Nakes di Aceh Singkil Belum Divaksin

KBRN:  Meskipun Cakupan Vaksinasi Covid 19 di Aceh  Singkil mencapai 96,9 Persen dari Sasaran Tenaga Kesehatan, namun masih ada sebanyak 444 Tenaga Kesehatan Belum Divaksin.  444 Tenaga Kesehatan belum divaksin karena tidak termasuk dalam data sasaran penerima vaksin yang ditetapkan Provinsi Aceh pada tahap I.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Nurman, kepada RRI, Selasa (23/02/2021) mengatakan 444 orang Tenaga Kesehatan  yang belum divaksin, karena tidak masuk pendataan dalam sasaran Nakes Penerima Vaksin.   Kekurangan ini merupakan hasil pendataan dari 12 Puskesmas yang ada di Kabupaten Aceh  Singkil. 

“Jadi kita memakai data  yang dibuat  Provinsi.  Sebenarnya masih banyak  yang  belum dapat.   Nakes kita ada sekitar 444 orang yang belum tervaksin.  Kemarin itu memang belum masuk data dia. Jadi kita data balik, saya  suruh data orang Puskesmas. Itulah total 444 orang yang belum terdata dan belum divaksin.  Jadi rencananya  di Vaksin kedua  mereka akan mendapatkan vaksin kesatu,” terang Nurman.

Dikatakan Nurman, untuk 444 Nakes yang belum divaksin akan menerima vaksin bersamaan dengan jadwal pemberian vaksin untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Aceh Singkil.  Jika jumlah dosis Vaksin tidak mencukupi, maka pemberian vaksin akan diutamakan untuk Tenaga Kesehatan.

“Kalau vaksinnya  didrop banyak.  Kalau vaksinnya  didrop tidak banyak kita utamakan untuk Nakes aja dulu.  Jadi data manual kita yang riil kekurangan masih 444 orang lagi,” kata Nurman.

Adapun pada Vaksinasi Tahap I untuk Tenaga Kesehatan, dari 957 sasaran, sudah divaksin sebanyak 927 orang  Tenaga Kesehatan.  Sedangkan sebanyak 30 orang tidak divaksin karena beberapa sedang hamil, dan beberapa orang Nakes memiliki penyakit penyerta.

Nurman mengatakan direncanakan Vaksinasi akan dilaksanakan dalam waktu dekat.  Karena dikabarkan Dinas Kesehatan Provinsi sudah bergerak untuk mendistribusikan Vaksin ke wilayah Pantai Barat Selatan Provinsi Aceh, termasuk Kabupaten Aceh  Singkil.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00