Tingkat Pelaporan SPT tahun 2020 baru capai 10 persen di Sabang

Pelaporan WB SPT 2020 masih rendah
WB di Kantor Pajak Setempat
WB melaporkan SPT tahunan
Staf pelaksana Kantor P2KP Kota Sabang_Taufikurrahamn

KBRN, Sabang : Hingga akhir Februari surat pemberitahuan (SPT) Laporan pajak tahunan di Sabang baru mencapai 10 persen. Kepedulian dalam hal ini dinilai  masih rendah.

Tingkat kepedulian masyarakat dalam laporan pajak tahunan (SPT) 2020 di Kantor Pelayanan Penyuluhan dan Konsultasi Perpajakan (KP2KP) Kota Sabang, Hingga Februari tergolong masih rendah.  Hingga jelang akhir bulan ini baru sekitar 10 persen wajib pajak yang melaporkan spt tahunannya.

“tingkat pelaporan SPT untuk tahun 2020 hingga Februari, ini memang berkurang dari tahun lalu. tapi perkiraan kita pada tahun ini terjadi peningkatan pelaporan SPT tahunan karena penambahan pegawai negeri pada 2020 lalu, Memang baru sekitar tanggal 19 kemarin ksai sosialisasikan bukti potong kepada mereka, Mungkin di dalam beberapa hari kedepan mulai ramai. Tapi selama 2 bulan ini masih rendah sekali, Ada sekitar 90 persen lagi yang belum melaporkanSPT” Kata Kepala Kantor KP2KP Kota Sabang Misbakhur Fajar Nugraha melalui Staf Pelaksana Taufikurrahman Selasa (23/2/2021).

Pelaporan ini kata Taufik sebenarnya sudah dapat di lakukan lewat on line maupun manual dengan datang langsung ke Kantor Pajak setempat. Namun begitu ia menilai bila dilihat tingkat kepatuhan pada tahun 2020 lalu mencapai 80 persen. Kendati begitu tingkat ketepatan waktu pihaknya menilai masih rendah, Untuk melaporkan SPT tepat waktu, Sebelum 31 Maret mendatang.

“merujuk tahun 2020 lalu tingkat Kepatuhan pelaporan SPT memang mencapai 80 persen. Tapi Ketepatan waktu, ini memang belum baik” tambahnya.

Kendala ini menurutnya masih kurangnya kepedulian. Seperti minimnya himbauan dari para pimpinan, erutama Instansi swasta kepada bawahannya, Untuk melaporkan SPT tahunan.

“bila untuk Pegawai Negeri dan BUMN itu memang sudah menajdi kewajiban dari para pegawainya,  dan atasanya mendukung ini. Dan kita Optimis mereka melaporkan sebelum Jatuh tempo, Namun untuk karyawan swasta seringnya para atasan belum mewajibkan mereka. Untuk Instansi pemerintahan kita optimis mereka melapor sebelum 31 Maret Tapi bagi Swasta di akhir-akhir pelaporan ini sulit kita optimis” ujarnya.

Dia berharap kewajiban ini dapat disadari sebagai kontribusi tiap warga negara Indonesia yang baik, Termasuk Sabang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00