Pemko Sabang hadiri Kongres Jaminan Pendapatan Dasar Semesta (JAMESTA) Indonesia 2021.

KBRN, Sabang: Kepala Bappeda Kota Sabang selaku Ketua Sekber GEUNASEH Sabang Faisal Azwar, ST. MT diundang sebagai narasumber untuk mewakili Pemerintah Kota Sabang dalam acara Kongres Jaminan Pendapatan Dasar Semesta (Jamesta) Indonesia tahun 2021 melalui video conference beberapa waktu yang lalu. 

Kongres Jamesta 2021 merupakan forum pertemuan nasional pertama yang mengumpulkan para pegiat ide Jaminan Pendapatan Dasar Semesta (Jamesta) di Indonesia yang diselenggarakan oleh The PRAKARSA, Konfederasi Rakyat Pekerja Indonesia (KPRI), IndoBIG Network, International NGO Forum on Indonesian Development (INFID), UBI LAB Jakarta, dan International Budget Partnership (IBP).  

Forum ini juga dihadiri oleh beberapa kepala daerah, aktivis, ilmuwan, dan organisasi yang terkait lainnya dari berbagai latar belakang yang sama-sama tertarik untuk menerapkan kebijakan Jamesta di Indonesia.

"Pada kongres tersebut, saya memaparkan gambaran tentang GEUNASEH (Gerakan Untuk Anak Sehat) Sabang yang merupakan salah satu program unggulan dari visi misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sabang dalam meningkatkan gizi serta kesehatan anak untuk mencegah terjadinya malnutrisi dan stunting agar anak-anak Sabang dapat tumbuh sehat, kuat dan cerdas sebagai generasi bangsa," kata Faisal, Sabtu (23/1/2021).

Faisal Azwar juga menjelaskan bahwa GEUNASEH merupakan sebuah kata dalam bahasa Aceh yang bermakna KASIH SAYANG adalah Program Perlindungan Sosial yang mengunakan skema Universal Child Grant (UCG) dimana seluruh anak di Kota Sabang umur 0-6 tahun mendapatkan dana pemenuhan kebutuhan esensial sebesar Rp. 150.000 setiap bulan untuk digunakan dalam memenuhi standar menu 4 bintang baik bagi anak maupun ibu yang sedang menyusui.

Lebih lanjut dikatakan, selain Program GEUNASEH Sabang yang dilaksanakan sejak tahun 2019, Pemerintah Kota Sabang juga telah merespon berbagai macam kebijakan serta perluasan program jaminan sosial lainnya.

"Terdapat pula program jaminan sosial yakni lainnya, seperti bantuan pendidikan siswa seluruh jenjang pendidikan sebesar 2 juta/siswa/tahun, hingga pemberian subsidi 1 tabung gas 3Kg/KK/bulan dan subsidi listrik bagi pengguna listrik 2 Amp – 4 Amp sebesar 50 ribu – 100 ribu perbulan bagi seluruh masyarakat di Kota Sabang" ungkapnya.

Diakhir pemaparan, Faisal Azwar menyebutkan bahwa pengalaman internasional, UCG terbukti efektif untuk menurunkan kemiskinan anak, mengurangi kesenjangan, meningkatkan ekonomi keluarga dan menstimulasi ekonomi lokal. Penerapan Universal Child Grant di Kota Sabang merupakan langkah maju Pemerintah Kota Sabang menuju “WELFARE STATE”.

"Kami mengucapkan terimakasih kepada PRAKARSA, KPRI, IndoBIG Network, INFID, UBI LAB Jakarta, dan IBP yang telah berperan aktif dalam penguatan pemahaman Jamesta dan mendorong peran pemerintah daerah dalam menerapkan inovasi pelaksanaan Jamesta," terangnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00