Rutan Kelas IIB Sabang jalin Kerjasama dengan Dinkes terapkan Strategi DOTS cegah TBC

MOU Cegah TBC dengan DOTs di Rutan Sabang
Unsur Rutan Sabang dan Dinkes Sabang
Penandatangan MOU oleh 2 Pimpinan
Kmimen bersama cegah TBC di Rutan kelas IIb Sabang

KBRN, Sabang : Rutan Kelas IIB Sabang jalin Kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang untuk Penanggulangan TBC.

Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sabang menjalin  Kerjasama dengan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Sabang terkait "Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan Strategi DOTS Terhadap WBP Rutan Kelas IIB Sabang" pada Rabu (20/01/2021)  

Kerjasama ini ditandai dengan di tandatanganinya kesepakatan kedua pihak bertempat di Rutan Kelas IIB Kota Sabang, Yang masing-masing diwakili oleh Ka. Rutan Kelas IIB Kota Sabang M. Nasir, SH,MH, dan Plt. Kadinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (KB) Kota Sabang H. Sajuddin SH.

“dengan kerjasama ini diharapkan dapat mengantisipasi dan mencegah menyebarnya TBC di Rutan, Dengan Penanggulangan Pencegahan dan Pengobatan Penyakit TBC di lingkungan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Sabang” ujar Kepala Rutan kelas IIB Kota Sabang M. Nasir, SH, MH. Dalam siaran Pers nya kepada RRI, Kamis (21/1/2021).

Sementara itu Plt. Kepala Dinas Kesehatan dan KB Kota Sabang H. Sajuddin SH, Mengungkapkan Penanggulangan Tuberkulosis (TBC) ini dilaksanakan dengan  Strategi DOTS Terhadap WBP Rutan Kelas IIB Sabang.

“strategi DOTS merupakan strategi pemerintah untuk lebih memberikan penjelasan, wawasan dan pencegahan serta pengobatan untuk penanggulangan tuberkulosis” jelas Plt Kadis Kesehatan dan KB Kota Sabang H. Sajuddin SH.

DOTS adalah kependekan dari Directly Observed Treatment Shortcourse. DOTS Merupakan strategi penanggulangan Tuberkulosis melalui pengobatan jangka pendek dengan pengawasan langsung. 

DOTS dapat dimulai dengan keharusan setiap pengelola program tuberkulosis  untuk direct attention dalam usaha menemukan penderita dengan kata lain mendeteksi kasus dengan pemeriksaan mikroskop.

“setiap penderita harus di observasi dalam memakan obatnya, setiap obat yang ditelan penderita harus di depan seorang pengawas yang ditunjuk” pungkasnya.

Turut hadir  dalam Kesempatah Itu Kabid Kesehatan Masyarakat Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Dinkes Sabang, Ir. Dahliani, Unsur dari Dinas Kesehaan Kota Sabang,  serta Bidang Humas dan para staf rutan Kelas IIB Kota Sabang.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00