Kasus Korupsi Dinas Perhubungan Sabang Terkait Belanja BBM-Suku Cadang

KBRN, Sabang : Dalam penggeledahan yang berlangsung di kantor Dinas Perhubungan Kota Sabang, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen. 

Seperti diketahui, tim penyidik Kejaksaan Negeri Kota Sabang pada Rabu (2/12/2020) melakukan penggeledahan di Kantor Dinas Perhubungan Kota Sabang terkait kasus dugaan korupsi belanja BBM/Gas dan Pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SKPD Dinas Perhubungan Sabang tahun anggaran 2019 sebesar Rp 1.5 milliar. 

Penggeledahan yang dipimpin langsung oleh Kasi Pidsus Kejari Sabang Muhammad Razi SH itu berlangsung selama tiga jam. Selain menggeledah kantor Dinas Perhubungan, tim penyidik juga menggeledah sebuah SPBU yang berada di Bypass Kecamatan Sukajaya Kota Sabang. 

"Saat melakukan penggeledahan di Dinas Perhubungan Sabang penyidik mengamankan sejumlah dokumen berkaitan dengan pencairan seperti SPJ, register SP2D, voucher, dan dokumen pencairan lainnya," kata Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi Aceh, H Munawal Hadi SH MH di Banda Aceh kepada wartawan. 

"Kemudian alat bukti lain yang berkaitan dengan suku cadang yang tiap pencairan diamprah, padahal itu tidak dipergunakan dan softcopy beberapa komputer di bendahara dan bagian bidang darat," tambahnya. 

Menurut Munawal, kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka mencari barang bukti terkait kasus dugaan korupsi belanja BBM/Gas dan Pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SKPD Dinas Perhubungan Sabang tahun anggaran 2019 sebesar Rp 1.567.456.331.

Sementara saat penggeledahan di SPBU Bypass, penyidik juga mengamankan sejumlah dokumen seperti rekapan voucher yang digunakan untuk mengisi BBM dan softcopy rekapan bulanannya.Dalam kasus ini, lanjut Munawal, penyidik belum menetapkan tersangka. 

"Tersangkanya belum ada karena penyidik masih menunggu ahli dan perhitungan kerugian keuangan negara oleh auditor BPKP Perwakilan Aceh," ungkap Munawal.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00