Jumlah Pendaftar Program BPUM di Aceh Singkil Capai 2.000

KBRN, Aceh Singkil:  Ribuan masyarakat di Kabupaten Aceh Singkil mendaftar Program Bantuan Pelaku Usaha Mikro (BPUM).  Animo masyarakat sangat tinggi, karena memasuki hari kelima Pembukaan Pendaftaran Program BPUM Tahap ke-2, jumlah pendaftar sudah mencapai hampir 2000 orang.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop) Aceh Singkil Faisal, S.Pd, kepada RRI, Rabu (14/10/2020) menjelaskan, sejak pendaftaran dibuka pada 8 Oktober 2020 sampai 13 Oktober 2020, diperkirakan jumlah pendaftar sudah mencapai hampir 2000 orang.

“Alhamdullilah usaha mikro yang memberikan proposal kepada Disperindagkop dan UKM Aceh Singkil, sudah mencapai lima hari itu hampir 2.000, tidak termasuk hari ini. Jadi kami mengharap kepada masyarakat yang usaha mikro dilengkapi persyaratan-persyaratannya, sesuai dengan petunjuk.  Supaya jangan ada yang salah-salah, ” papar Faisal.

Dikatakan Faisal, Disperindagkop hanya mendata, namun yang memverifikasi langsung oleh Pemerintah Pusat.  Data yang terverifikasi akan diberikan kepada Bank BRI atau Bank BNI, yang kemudian disebarkan ke desa melalui Disperindagkop.

“Kita hanya mendata, bukan memverifikasinya.  Artinya yang memverfikasi itu di pusat, di Kementrian. Kemudian diberikan kepada BRI dan BNI penyalurannya.  Kemudian BRI dan BNI memberikan kepada kami lagi, untuk mengirim data-data yang masuk.  Data kami kirim balik ke desa-desa,” ujar Faisal.

Faisal menambahkan, sesuai Peraturan Menteri Koperasi dan UKM, target penerima Program BPUM ditetapkan sampai 12 juta orang se-Indonesia.  Dengan nilai Bantuan Rp 2.400.000,- .

“Batasannya hanya 12 juta orang se-Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.  Seluruhnya, dari semenjak tahap pertama dan terakhir sebesar 12 juta, yang diberikan Bapak Presiden kepada Kementrian Koperasi dan UKM.  12 juta, dengan Bantuan Langsung Tunai Rp 2.400.000, tidak ada pemotongan,” kata Faisal.

Dikatakan Faisal, sesuai dengan Peraturan Menteri Koperasi dan UKM Nomor 6 Tahun 2020 pasal 6 ayat 1, pengusul ada beberapa lembaga, termasuk Dinas Koperasi, perdagangan dan UKM di seluruh Indonesia.   Juga dapat diusulkan oleh Koperasi yang mempunyai Badan Hukum,  Kementrian dan lembaga, Perbankan, dan Badan Usaha Milik Negara.  Pendaftaran Program Bantuan masih dibuka sampai dengan 15 November 2020.

Menanggapi program ini, Safrizal, salah satu pemohon kepada RRI menyatakan sangat bersyukur dengan program bantuan.  Ia berharap akan mendapat bantuan, sehingga bisa menambah modal usaha.

“Syukur, semoga dapat.  Bisa menambahi modal usahanya.  Usahanya dagang-dagangan kecilan, jual sosis, nugget,” kata Safrizal.

Warga lainnya, Rabusin, pedagang di Muara Pea, mengatakan sangat berharap mendapat bantuan, sehingga dapat dipergunakan sebagai modal, untuk memajukan usahanya.

“Alhamdullilah, bantuannya semoga bisa digunakan dengan baik untuk tambahan usaha juga.  Semoga ke depannya lebih baik lah,”  kata Rabusin.

Pantauan RRI, memasuki hari kelima pendaftaran, jumlah warga yang mendaftar masih terus bertambah.  Warga memadati kantor Disperindagkop Aceh Singkil, yang berdatangan dari 11 Kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Singkil.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00