Kasus Covid-19 Tak Terkendali, Perbatasan Aceh-Sumut Diperketat

KBRN, Banda Aceh : Perbatasan antara Provinsi Aceh dengan Sumatera Utara kembali diperketat menyusul kasus covid-19 di tanah rencong yang semakin tidak terkendali.

Perbatasan Aceh yang diperketat adalah di Kabupaten Aceh Tenggara tepatnya di perbatasan Lawe Pakam Kecamatan Babul Makmur. Setiap kendaraan yang melintas dari Sumatera Utara diperiksa untuk mencegah adanya penumpang yang terpapar corona.

“Kendaraan yang memasuki di perbatasan Aceh tenggara di Lawe Pakam Kecamatan Babul Makmur, diperiksa tim gabungan,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Ery Apriyono di Banda Aceh, Rabu (16/9/2020).

Dalam pemeriksaan di pintu perbatasan itu, sebut Ery, tim gabungan menurunkan setiap penumpang baik kendaraan roda empat dan roda dua.

“Setiap penumpang diperiksa suhu tubuh dan ditanyakan riwayat perjalanannya selama seminggu. Kemudian kendaraan juga disemprot cairan disinfektan,” ujarnya.

Ada pululuhan kendaraan yang melintasi perbatasan di Aceh Tenggara. Dari laporan yang Ia terima, ada belasan penumpang yang disuruh putar balik ke Sumatera Utara karena tidak melakukan protokol kesehatan dan dicurigai terpapar covid-19.

“Jumlah masyarakat yang masuk ke Aceh tenggara sebanyak 46 orang dan 16 orang lagi diarahkan putar balik ke Sumut oleh tim gabungan,” kata Ery.

“Sementara jumlah kendaraan roda empat yang masuk ke Aceh Tenggara sebanyak 41 unit kendaraan meliputi mobil pribadi 32 unit, Mopen 7 unit dan L 300 sebanyak 2 unit,” tambahnya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Aceh pertanggal 15 September 2020, jumlah orang positif virus corona di Aceh telah melampaui angka tiga ribu kasus.

“Ada penambahan 140 kasus sehingga totalnya sudah mencapai 3.031 orang terpapar corona,” kata Juru bicara satgas penanganan covid-19 Aceh Saifullah Abdulgani.

Penambahan 140 kasus dalam sehari itu terjadi di sejumlah kabupaten kota. Sementara itu, jumlah orang yang meninggal dunia juga bertambah enam orang, sehingga total keseluruhan pasien yang meninggal dunia di Aceh akibat covid-19 menjadi 104 orang.

Masih menurut data Dinas Kesehatan Aceh, jumlah pasien yang masih dirawat di rumah sakit rujukan covid-19 bertambah menjadi 2.227 orang, sebagian pasien menjalani perawatan atau isolasi mandiri di rumah.

Sementara tingkat kesembuhan pasien tidak bertambah dalam tiga hari terakhir. Jumlah pasien yang sembuh masih mencapai 700 pasien.

Saifullah Abdulgani mengatakan, 95,2% persen pasien yang terpapar corona di Aceh merupakan Orang Tanpa Gejala (OTG) yang harus diisolasi di rumah sakit atau melakukan isolasi diri di rumahnya.

 “OTG harus menjalankan isolasi mandiri sejak dilakukan pengambilan swab-nya hingga diperoleh hasil pemeriksaan laboratorium. Bila hasilnya negatif dapat beraktifitas kembali secara produktif. Sedangkan bagi yang konfirmasi positif terinfeksi virus corona wajib melanjutkan isolasi diri hingga mencapai waktu 14 hari,” kata pria yang akrab disapa SAG.

Ia juga mewanti-wanti masyarakat pada umumnya agar disiplin dan konsisten menjalankan protokol kesehatan karena ada banyak OTG di sekitar kita. Mereka tidak menyadari telah terinfeksi dan berpotensi menularkan virus corona kepada orang lain di sekitarnya.

Karena itu dianjurkan jaga jarak dengan setiap orang dan memakai masker setiap keluar dari rumah,” imbaunya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00