Warga Aceh Masih Enggan Pakai Masker

KBRN, Banda Aceh : Aparat gabungan yang melibatkan TNI, Polri, dan Satpol PP sejak kemarin gencar melakukan razia pendisiplinan protokol kesehatan. Dalam razia yang telah berjalan selama tiga hari itu, masih banyak ditemukan masyarakat tidak menggunakan masker ketika berada di luar rumah.

“Walaupun razia masker telah dilakukan aparat TNI-POLRI di sejumlah pusat keramaian masyarakat di Banda Aceh, namun tetap masih banyak masyarakat saat berbelanja ke pasar atau ke warung kopi  tidak menggunakan masker,” kata Direktur Lalulintas Polda Aceh Kombes Pol Dicky Sondani saat memantau kegiatan pendisiplinan protokol kesehatan di Pasar Peunayong Banda Aceh, Rabu (16/9/2020).  

Dengan menggunakan pengeras suara, Dirlantas Polda Aceh menghimbau kepada seluruh masyarakat yang berdagang dan berbelanja agar menggunakan masker untuk kesehatan, mengingat kasus Covid-19 terus bertambah di Aceh.

Menurut Dicky, masih banyak ditemukan masyarakat yang berbelanja di pasar tidak menerapkan protokol kesehatan, begitu juga para pedagang.

“Kita turun langsung ke lapangan untuk mengecek bagaimana  kesadaran masyarakat untuk  menggunakan masker. Ternyata masih banyak pedagang-pedagang dan masyarakat yang berbelanja tidak menggunakan Masker. Alasan yang mereka sampaikan mengapa tidak pakai masker, karena ketinggalan di rumah atau belum punya masker,” ujar Dicky.

Melihat banyaknya warga tidak memakai masker, sehingga pihaknya langsung membagikan masker secara gratis kepada masyarakat yang berbelanja, pengguna jalan hingga para pedangan di pasar.

“Hari ini kita langsung membagikan 1500 masker kepada masyarakat di Pasar Peunayong Banda Aceh. Hanya dalam waktu 20 menit, masker habis terbagi. Kita juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus meningkatkan disiplin penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penularan covid-19,” pungkas Dicky.

Pelanggar Prokes Didenda

Sebelumnya, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Banda Aceh nomor 51 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19. Perwal itu resmi diberlakukan pada tanggal 15 September 2020.

"Saat razia, sanksi langsung diterapkan di tempat, apakah denda atau kerja sosial untuk memberi efek jera. Ini kita lakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, demi keselamatan kita bersama," kata Aminullah.

Aminullah menjelaskan, razia dan penerapan sanksi ini diberlakukan mulai 15 September hingga Desember nanti. “Dalam rentang waktu itu, kita akan lakukan evaluasi setiap bulannya. Adapun lokasinya sudah kita tentukan di seputar Masjid Raya Baiturrahman, Pasar Aceh, Peunayong, Jalan Daud Beureueh, Jalan Teuku Umar, Taman Sari, hingga ke warkop-warkop," ujarnya.

Dalam Perwal tersebut dijelaskan,  bagi perorangan yang melanggar akan dikenai sanksi berupa kerja sosial, yaitu membersihkan fasilitas umum dan tempat ibadah paling lama dua jam, atau dikenai denda sebesar Rp 100.000.

Sementara sanksi adat, dilaksanakan oleh pemerintah gampong dalam hal pelanggaran 4M di tempat ibadah dan fasilitas umum. Sanksinya berupa mengaji atau menghafal surat pendek, mengumandangkan azan di tempat ibadah selama satu minggu bagi pelanggar laki-laki, dan mengikuti pengajian di gampong selama empat hari berturut-turut. Bagi non muslim menyesuaikan.

Kemudian bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, penanggung jawab tempat dan fasilitas umum akan dikenai denda administrasi sebesar Rp 250.000 untuk usaha kecil dan Rp 500.000 untuk usaha menengah dan besar. Sanksi lebih berat bisa dihentikan sementara operasional hingga pencabutan izin usaha.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00