Covid 19 Merebak, Disdikbud Aceh Singkil Hentikan Pembelajaran Tatap Muka

KBRN, Singkil: Pasca hasil SWAB yang menyatakan 19 orang warga di Kabupaten Aceh dinyatakan Positif Covid 19, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Singkil mengambil kebijakan menghentikan Proses Pembelajaran Tatap Muka.  Pembelajaran Tatap Muka yang dilakukan sejak dimulai tahun ajaran baru terpaksa dihentikan dengan tujuan untuk memutus mata rantai Penyebaran Covid 19 di lingkup Pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Singkil, Khalilullah S.Pd, kepada RRI, Jumat (14/08/2020) melalui telepon seluler menjelaskan penghentian Proses Belajar mengajar dilakukan berdasarkan masukan dari masyarakat, Kepala Sekolah, dan guru di Kabupaten Aceh Singkil.

“Selama ini kita sudah belajar tatap muka mulai tahun ajaran baru, namun setelah perkembangan ini, banyak sekali kami menerima informasi, masukan dan pendapat, baik dari tenaga pendidik maupun masyarakat bahwa pembelajaran tatap muka yang selama ini dilaksanakan di Aceh Singkil disarankan untuk ditinjau,” kata Khalilullah.

Dikatakan Khalillulah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan sudah berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, baik pendidikan formal maupun dayah.  Hasil kesepakatan, Dinas Pendidikan merekomendasikan dan menyampaikan ke Tim Gugus Tugas agar pelaksanaan belajar tatap muka dihentikan.

“Kebetulan, pada saat itu sedang ada rapat penting terkait perkembangan Covid, maka kami menghadap dan menyampaikan hal tersebut.  Alhamdullilah, Wakil Ketua dan Forkompimda yang hadir dalam rapat, setelah mendengar masukan yang kami sampaikan sepakat bahwa belajar yang selama ini model tatap muka Aceh Singkil ditinjau ulang menjadi konsep belajar di rumah, atau proses pembelajaran jarak jauh,” papar Khalilullah.

Khalilullah menambahkan untuk teknis pelaksanaan diserahkan sepenuhnya kepada pihak sekolah.  Ia memperkirakan akan ada kendala dalam proses pembelajaran jarak jauh, karena kurangnya kesiapan dalam pelaksanaannya.

“Teknis yang paling mungkin dilaksanakan kita serahkan kepada sekolah masing-masing baik Daring maupun During.  Terkait dengan kendala, sudah pasti banyak kendala yang terjadi.  Pertama terkait sarana dan prasarana, yang kedua kesiapan Sumber Daya Kita.  Bahwa tidak semua orang tua memiliki alat, dan tidak semua guru cakap menggunakan teknologi,” ujar Khalilullah.

Lebih lanjut Khalilullah mengatakan untuk batas waktu pelaksanaan Pembelajaran Jarak jauh belum ditetapkan.  Kegiatan akan tetap dilaksanakan sampai kondisi penyebaran Covid 19 sudah menurun, dan mendapat izin dari Tim Gugus Tugas Covid 19 Kabupaten Aceh Singkil.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00