5 Anggota Polres Aceh Timur Dipecat

Upacara pelepasan atribut Polri di halaman Mapolres Aceh Timur

KBRN, Idi : Lima anggota Polres Aceh Timur, Provinsi Aceh diberhentikan dengan tidak hormat (PTDH) atas kasus disersi atau tidak masuk dinas dan kasus narkoba.

Upacara pelepasan atribut Polri itu dipimpin langsung oleh Kapolres Aceh Timur AKBP Eko Widiantoro di halaman Mapolres Aceh Timur, Kamis (28/5/2020).

Upacara Pelepasan Atribut Polri ini dilakukan berdasarkan Keputusan Kapolda Aceh Nomor: Nomor : KEP/151/V/2020, tanggal 5 Mei 2020 Tentang Pemberhentian Tidak Dengan Hormat Dari Dinas Polri dilaksanakan secara in absentia, karena kelima anggota yang diberhentikan tak hadir.

Adapun lima anggota Polri yang dipecat ini adalah, Yudi Harianto Pangkat/NRP: Aipda/74010203, jabatan Bintara Polres Aceh Timur, kesatuan Polres Aceh Timur dengan pelanggan disersi. Kemudian Ikhsan Reda, Pangkat/NRP: Aipda/7806029, jabatan Bintara Polres Aceh Timur, kesatuan Polres Aceh Timur atas kasus narkoba.

Selanjutnya, Irwan Pangkat/NRP: Brigadir/81051286, jabatan Bintara Polres Aceh Timur, Kesatuan: Polres Aceh Timur atas pelanggan disersi. Selanjutnya Mulyadi Pangkat/NRP: Briptu/80060361, jabatan: Bintara Polres Aceh Timur, kesatuan: Polres Aceh Timur atas kasus narkoba.

Dan yang terakhir Noval FahleviPangkat/NRP: Briptu/83110076, jabatan Bintara Polres Aceh Timur, Kesatuan Polres Aceh Timur atas kasus narkoba.

Kapolres Aceh Timur menyatakan,  pemberhentian kelima anggotanya itu sebagaimana diatur dalam pasal 11 -huruf (a) dan pasal 12 ayat 1 huruf (a) PP RI Nomor 1 Tahun 2003 Tentang Pemberhentian Anggota Polri dan pasal 5 huruf (a), pasal 15 dan Peraturan Kapolri nomor 17 Tahun 2006 Tentang Kode Etik Profesi Polri.

"Dari lima anggota yang diberhentikan tidak dengan hormat ini dua diantaranya terkait desersi (mangkir dari tugas) dan tiga anggota lainya tersangkut masalah narkotika," kata Eko Widiantoro.

Eko menyayangkan pemberhentian tidak hormat ini. Namun, dengan berbagai pertimbangan serta pilihan terakhir maka dilakukanlah sidang Komisi Kode Etik yang pada akhirnya terbitlah surat pemberhentian tidak dengan hormat.

“Peristiwa seperti ini tentunya sangat disayangkan oleh kita semua. Namun demi organisasi yang kita cintai ini, maka upacara PTDH ini pun tetap laksanakan,” ucap Eko.

Menurutnya, hal ini merupakan implementasi dari komitmen Polri untuk menegakkan disiplin anggota. Yakni, dengan memberikan reward kepada anggota yang berprestasi dan memberikan punishment kepada anggota yang melanggar disiplin.

“Sangat tidak mungkin penegakan hukum dapat berjalan dengan baik, apabila penegak hukumnya sendiri tidak disiplin dan tidak profesional,” tegasnya.

Dia mengungkapkan, institusi Polri saat ini terus berupaya membangun kepercayaan, bertugas secara profesional, modern dan terpercaya, namun dikotori dan dirusak oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab, tidak disiplin, serta melanggar peraturan dan kode etik Polri.

"Upacara PTDH ini hendaknya dapat dijadikan bahan introspeksi dan evaluasi bagi seluruh anggota Polri jajaran Polres Aceh Timur. Menjadi anggota Polri merupakan suatu kehormatan dan kemuliaan yang diraih tidak dengan mudah. Sehingga diharapkan setiap anggota menyadari untuk tidak melakukan tindakan indispliner, tindak pidana, maupun melanggar kode etik Polri," pungkas Eko.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00