Pemko larang Warga keluar masuk Sabang untuk hindari Sebaran COVID-19

KBRN, Sabang : Warga Kota Sabang di minta tidak bepergian ke luar masuk Kota Sabang selama penanganan Pencegahan COVID-19. 

Kepala bagian Umum dan Humas Sekretariat Daerah Kota Sabang Bahrul Fikri Menjelaskan sabtu (04/04/2020) larangan itu berlaku untuk semua warga, Baik aparatur Sipil Negara(ASN), Pegawai BUMN dan BUMD, Serta pegawai Instansi vertikal dan Lembaga lainnya di Kota Sabang.

Hal itu disampaikannya terkait surat yang ditandatangani Forum Koordinasi Pimpinan daerah (Forkopimda) Kota Sabang dengan Nomor 443.1/251. 

“yang agak di pertegas mengenai untuk masyarakat Sabang untuk sementara waktu diperkecil gerak keluar masuk Kota Sabang. juga hasil rapat bagi bagi ASN , TNI Polri dan Instansi vertical lainnya untuk sementara waktu diminta tidak keluar masuk Sabang. Kecuali sifatnya urgen. Itu melalui surat keterangan” ucapnya Sabtu (04/04/2020). 

Bagi ASN dan Pegawai Instansi vertikal serta lembaga lainnya di Kota Sabang dapat bepergian keluar Kota, dan masuk kembali ke wilayah Sabang apabila dibekali surat perintah tugas atau dokumen lainnya dari instansi bersangkutan. 

“ nanti di Pelabuhan Balohan akan di minta surat atau dekumen perjalanan, dan pimpinan Instansi diharapkan dapat mengeluarkan surat keterangan atau surat tugas bagi yang melakukan perjalanan, dan wajib melporkan kepada tim gugus tugas pervcepatan penaggulangan COVID-19 Kota Sabang” tambahnya. 

Sama halnya dengan warga Sabang, akan diperkecil pergerakan dalam melakukan perjalanan keluar Sabang untuk sementara waktu, bila tidak memiliki keperluan penting dan mendesak. Namun apabila sangat urgen maka diminta melapor ke tim gugus tugas penanganan COVID-19. 

Ditambahkan Bahrul Pemko Sabang juga telah mengeluarkan kebijakan untuk tidak menerima kunjungan warga yang tidak memiliki Kartu tanda Penduduk (KTP) sabang, Kecuali bersifat sangat penting.  

“kami minta masyarakat dapat mematuhi aturan ini demi keselamatan kita semua, Bagi warga Sabang yang memeiliki keperluan bisa melapor ke tim Ggus tugas di gampong (Desa)” ujarnya.   

Selain itu warga yang baru kembali dari luar Sabang diminta melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, yang diawasi tim gugus tugas Desa. 

“ dharapkan jangan keluar masuk Sabang dulu. ini penting untuk keselamatan kita semua, dan bagi yang bepergian keluar Sabang harap dapat melakukan isolasi mandiri selama 14 hari” tutupnya.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00