Arus mudik mulai terasa sumbang ODP, jalur pelabuhan ke Sabang makin diperketat

KBRN, Sabang : Hingga kini kasus Penyebaran Covid-19 di Kota Sabang baru pada jumlah Orang Dalam pemantuan (ODP). Per 4 April 2020 berjumlah 21 orang. Angka ini meningkat karena disinyalir arus Mudik jelang Ramadhan sudah mulai terasa.

Perkembangan penanganan penyebaran Kasus Covid -19 di Kota Sabang hingga kini baru pada tahap Orang dalam Pemantauan (ODP) per 3 April sudah berjumlah 22 orang. Bila dilihat perharinya ada peningkatan signifikan dari 2 hingga 4 April 2020 yakni penambahan sekitar 8 orang.

Menurut kepala bagian Umum dan Humas Sekretariat Daerah Kota Sabang Bahrul Fikri, Peningkatan ini karena adanya warga yang baru tiba dari beberapa daerah terdampak, dan kembali ke Sabang dengan berbagai alasan, termasuk akan tiba nya Bulan Ramadhan. Kendati Demikian sebutnya Penanganan warga yang kembali tersebut sudah melalui proses ketat yang di mulai dari Pelabuhan Ulhe Lee Banda Aceh sebelum mereka menyeberang ke Sabang.

“kita hingga kemarin(03/04/2020) ODP ada 21 dan 1 PDP, yang 21 ini adalah mereka orang Sabang yang kembali karena ada wabah ini dan juga kemungkinan semakin dekatnya bulan Ramadhan.Karena mereka melewati  daerah-daerah terdampak covid-19 ini, jadi tim gugus depan memasukkan mereka dalam daftar ODP” tuturnya Sabtu(04/04/2020).

Dia menambahkan warga yang kembali dari daerah terdampak akan di awasi oleh Gugus tugas penanganan Covid-19, yang sudah di bangun di Gampong masing-masing. Bahrul Fikri Menambahkan hingga saat ini pihaknya menyarankan karantina mandiri bagi para warga yang baru kembali dari luar Sabang. Ditambahkan Bahrul Pemerintah Kota Sabang juga belum menyarankan Penutupan Gampong  atau Karantina Wilayah seperti terjadi di sejumlah daerah.

“karantina wilayah kita hanya terapkan karantina mandiri. Kita tidak menyarankan hal seperti itu, karena kita perketat mulai dari Ulee Lheu, ada petugas dari LANAL 3 orang, dari Kepolisian  2 orang, juga ada PNS Kota Sabang ada 7 orang, mereka di Ulee Lheu memantau pengisian form bagi penumpang yang akan menyeberang ke Sabang” tambahnya.

Sejauh ini Kata Bahrul Pintu masuk ke Pulau Weh yang diizinkan hanya dari Pelabuhan Balohan, Dengan sejumlah  prosedur yang dimulai dari Pelabuhan Ulee Lheu, Lewat pengisian Form Suveilens Migrasi warga, dengan menunjukkan KTP, pembatasan penumpang kapal yang hanya 50 persen dari jumlah maksimal yang bisa ditampung. Sementara di dalam kapal penumpang juga di haruskan melaksanakan jaga jarak pada posisi tempak duduk. Sejumlah Langkah tersebut sejauh ini mampu menekan angka ODP guna menangkal penyebaran Virus Covid-19 lebih jauh di Pulau Weh.

Reaksi anda terhadap berita ini :

00:00:00 / 00:00:00