BNPB Luncurkan Program Katana di Aceh

KBRN, Aceh Besar : Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaunching program Keluarga Tangguh Bencana (Katana) di Desa Pasie Jantang, Kecamatan Lhong, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Minggu (8/12/2019). 

Katana dilaunching secara resmi oleh Kepala BNPB Letjen Doni Monardo yang turut dihadiri oleh perwakilan Mendagri, Kepala BPBA, Bupati Aceh Besar dan sejumlah pejabat terkait. 

Launching Katana ditandai dengan pelepasan merpati di lokasi arena kegiatan Katana yang telah berlangsung sejak Jumat (6/12/2019) lalu. 

Kepala BNPB Doni Monardo mengatakan, program Katana ini merupakan tindak lanjut dari instruksikan Presiden Joko Widodo untuk membangun kesadaran dan ketangguhan di tingkat masyarakat dalam menghadapi bencana. 

"Indonesia ini merupakan daerah rawan bencana dari bagian barat hingga timur. Beragam bencana terjadi, tidak hanya gempa tsunami, tapi ada banjir, longsor, angin puting beliung hingga erupsi gunung api. Maka penting untuk dibangun mitigasi dan  kesadaran bagi masyarakat agar siap menghadapi bencana," kata Doni. 

Dia menambahkan, nantinya progam Katana ini akan berjalan mulai tahun 2020 dan akan disosialisasikan dari tingkat provinsi, kabupaten kota hingga ke tingkat desa. 

"Nantinya di setiap desa itu akan ada seorang leader, namanya Juragan (juru keluarga tangguh bencana) sehingga nanti setiap desa itu memliki keluarga yang tangguh bencana, dipastikan setiap keluarga mendapat pelatihan," ujarnya. 

Menurut Doni, pada bencana tsunami yang melanda Aceh pada tahun 2004 silam, banyak masyarakat yang tidak mengetahui bahwa akan terjadi tsunami setelah diguncang gempa besar, sehingga menimbulkan banyak korban. 

"Setidaknya tercatat ada 240 ribu nyawa hilang, dan 170 ribunya adalah warga Aceh. Sehingga ini menjadi penting membangun kesadaran mitigasi bencana yang dimulai dari keluarga, karena kesadaran untuk membangun mitigasi bencana ini harus dimulai dari kita sendiri," terang Doni. 

Selama kegiatan progam peluncuran Katana di Pasie Jantang, peserta yang berasal dari berbagai stakeholder itu mengikuti sosialisasi tentang kebencanaan. Malam tadi, di arena Katana juga dipaparkan bagaimana kondisi tanah air terhadap potensi bencana dan turut diserahkan penghargaan kepada para peneliti yang telah menemukan Gua Ek Luentie yang berada di Lhong, Aceh Besar. 

Gua ini sudah ditetapkan sebagai Geo Park Tsunami karena di dalam gua tersebut terdapat endapan lumpur yang ternyata terbawa oleh gelombang tsunami. Terungkap, bencana tsunami ini adalah bencana yang berulang karena berdasarkan hasil penelitian Aceh sudah pernah dilanda tsunami besar pada 7400 tahun silam. 

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00