Menteri PPPA : Perkuat Sektor Ekonomi, Bisa Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

KBRN, Banda Aceh : Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) terus berupaya meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan di bidang kewirausahaan yang menjadi salah satu isu prioritas. Bersinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) para perempuan khususnya ibu rumah tangga diharapkan dapat bersinergi untuk menjalankan usahanya agar seluruh perempuan Indonesia bisa menjadi pahlawan ekonomi keluarga yang akan berdampak menurunkan kekerasan terhadap perempuan dan anak. 

“Penyebab semua masalah perempuan dan anak tidak terlepas dari persoalan ekonomi, jika para ibu rumah tangga bisa memperkuat dan meningkatkan kualitas diri serta mandiri di bidang ekonomi, tentunya ke depan perempuan tidak hanya mendampingi suami tapi juga akan membantu menopang ekonomi keluarga. Hal inilah yang bisa menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ungkap Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga saat melakukan dialog dalam Bincang Bintang bersama 300 perempuan nasabah dan 63 perempuan pendamping (Account Officer) PNM Mekaar, di Banda Aceh, Kamis (5/12/2019).

Menteri Bintang juga menyampaikan pesan kepada para perempuan nasabah mekaar untuk terus semangat, jujur, disiplin dan kerja keras sesuai  motto PNM. Jika model kerja ini ditanamkan, Menteri Bintang berharap semoga usaha yang dijalani tidak stagnan dan bisa naik kelas dan terus berkembang lagi ke depan. 

“Jangan pernah menyerah dan mudah puas, ibu-ibu harus tingkatkan kualitas produk usaha dan kualitas diri masing-masing. Tidak ada yg tidak bisa dan tidak mungkin asalkan ada kemauan dan kerja keras,” tegas Menteri Bintang.

Para pendamping (AO) PNM Mekaar juga diingatkan Menteri Bintang untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengenyam pendidikan setinggi-tingginya. 

“Manfaatkan program dari PNM untuk kuliah di Universitas Terbuka. Dedikasikan diri kalian untuk bekerja dengan baik dan maksimal, tapi jangan lupa untuk menuntut ilmu,” pesan Menteri Bintang.

Menteri Bintang juga meminta kepada para AO untuk mendampingi nasabah-nasabah dengan sabar. Selain itu sesuai kesepakatan, ia juga meminta kepada para pendamping agar tidak hanya mendampingi nasabah dalam berwirausaha, tapi juga menjadi duta dalam menyampaikan isu-isu terkait perempuan dan anak. 

“Kami mohon dukungan dan kerjasama untuk memajukan perempuan indonesia khususnya di Banda Aceh,” tutur Menteri Bintang.

Di sisi lain, Plt. Gubernur Provinsi Aceh, Nova Iriansyah, mengungkapkan bahwa Aceh sangat menjujung dan mememuliakan kesetaran gender. 

“Saat ini,  sudah bukan jamannya lagi perempuan berdiam diri di dapur dan di rumah. Di  dalam ajaran islam tidak ada larangan perempuan untuk aktif di ruang publik tapi juga bekerja membantu suami untuk menopang ekonomi keluarga. Salah satu sektor yang berpotensi diperkuat perempuan adalah sektor ekonomi, perempuan sangat jeli dan teliti dalam berhitung, umumnya lebih hemat, cermat dalam berdagang dan jitu melihat peluang bisnis,” ungkap Nova.

Nova menegaskan bahwa dirinya sangat bangga jika pemerintah dan semua stakeholder khususnya di Aceh mau bekerjasama memberikan dukungan terutama terkait pemberdayaan ekonomi perempuan. Hal ini bagus untuk ketahanan keluarga dalam memberikan generasi unggul sebagai penerus bangsa, mendorong peran perempuan, serta angka kemisikinan di daerah ini dapat kita kurangi.

Nasriden, salah satu nasabah yang merupakan perempuan kepala keluarga membagikan kisah hidupnya yang sudah bergabung dengan PNM selama 4 tahun. Saat ini ia telah memiliki pemasukan 7 juta rupiah dengan modal pinjaman awal sebesar 2 juta rupiah. 

Usaha yang ia geluti saat ini adalah jual barang kelontong dan sudah memiliki 2 karyawan. Meskipun harus merawat dan menghidupi anak seorang diri tanpa pendamping, ia mengaku tidak kewalahan dan tetap semangat membimbing anaknya yang sudah tidak punya ayah, agar anaknya tidak patah semangat.

Pada rangkaian kunjungan kerja di Aceh, Menteri Bintang juga mengunjungi industri rumahan (IR) UD. Tuna yang memproduksi olahan ikan, seperti ikan kayu, abon ikan, dendeng ikan, dan lain-lain di Jalan Tanjung Lampulo, Kuta Alam, Kota Banda Aceh untuk melihat proses olahan ikan dan menyapa para perempuan pelaku IR disana.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar

00:00:00 / 00:00:00