Bakri Siddiq : Semangat Perjuangan Rakyat Aceh tak Pernah Luntur

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo dan sejumlah pejabat lainnya melakukan pencangan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih berlangsung meriah di Taman Sari, Banda Aceh, Sabtu (13/8/2022).(Foto/RRI/Bag Prokopim Setdako BNA).

KBRN, Banda Aceh : Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih berlangsung meriah di Taman Sari, Banda Aceh, Sabtu (13/8/2022).

Sedikitnya 2000 peserta memeriahkan acara yang dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) John Wempi Wetipo. Kedatangan Wamendagri disambut  Pj Wali Kota Bakri Siddiq selaku tuan rumah bersama Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki serta ribuan masyarakat Banda Aceh yang memadati Taman Sari.

Tampak hadir juga Pj Wali Kota Lhokseumawe dan Pj Bupati Aceh Jaya yang ikut memeriahkan acara di Banda Aceh sebagai salah satu lokasi pencanangan Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih yang digagas oleh Kemendagri itu.

Dalam sambutannya, dihadapan Wamendagri Pj Wali Kota Bakri Siddiq sekilas menyampaikan sejarah pengorbanan dan cinta masyarakat Aceh terhadap tanah air yang terjadi di Banda Aceh.

"Terpaut hanya ratusan meter dari tempat kita saat ini, berdiri megah Masjid Raya Baiturrahman yang didirikan pada tahun 1612 semasa pemerintahan Sultan Iskandar Muda," kata Bakri Siddiq.

Katanya, Masjid tersebut menjadi saksi bisu perlawanan dahsyat para pejuang Aceh terhadap pasukan Belanda yang hendak menginvasi.

Pada 10 April 1873, Mayor Jenderal Belanda Kohler yang memimpin serangan tersungkur jatuh dan menjadi korban ganasnya perlawanan pejuang Aceh. Sebutir peluru yang dilepas penembak jitu Aceh bersarang tepat di jantung Jenderal Belanda itu. Secara keseluruhan, dalam serangan itu Belanda kehilangan 8 perwira, 397 prajurit, dan 405 orang luka-luka dan harus dievakuasi kembali ke kapal yang melego jangkar di lepas pantai Ulee Lheue.

Lanjutnya, Kota Banda Aceh sebagai pusat pemerintahan, mengalami pasang surut kejayaannya. Penderitaan yang dirasakan masyarakat Aceh bahkan tidak berhenti setelah Belanda angkat kaki dari Tanah Rencong."Penjajahan oleh Jepang, Konflik bersenjata, Bencana Tsunami, serta Pandemi Covid-19 telah mengakibatkan rentetan duka bagi segenap masyarakat kota. Namun kami percaya, semangat juang masyarakat Kota Banda Aceh tidak pernah luntur barang sedikitpun. Kita dapat melihat bagaimana masyarakat Kota Banda Aceh hari ini saling bahu membahu, dan bergerak beriringan agar kota ini dapat Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat paska pandemi," tegas Bakri Siddiq.

Gerakan 10 Juta Bendera Merah Putih ini ditandai dengan penyerahan bendera secara simbolis oleh Wamendagri kepada Pj Wali Kota Bakri Siddiq.

Kemudian Wamendagri juga menyerahkan bendera merah putih kepada Pj Wali Kota Lhokseumawe Imran, Pj Aceh Jaya Nurdin, kepada tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan terakhir kepada Pj Gubernur Aceh untuk dikibarkan di seluruh Banda Aceh dan seluruh pelosok Bumi Serambi Mekkah sebagai momentum memperingati sejarah perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia.(*)

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar