21 Desa di Singkil Menjadi Lokus Penurunan Stunting Tahun 2022

Haryono dan Kapus Gumer duduk membahas lokasi stiinting

KBRN, Singkil : Aceh Singkil dengan beberapa kabupaten/kota lainnya Nyaris masuk kategori Merah dengan Prevalensi sebesar 29,6 persen kasus Stunting tahun 2021 lalu.

Untuk menurunkan kasus stunting di Syech Abdurrauf ini,iPemerintah Kabupaten Singkil telah  menetapkan 21 Desa/Kampung menjadi sasaran lokasi Fokus  (Lokus) penurunan Stunting 2022.

Hal itu dilakukan selain sebagai upaya penurunan kasus Stunting terintegrasi di Kabupaten Aceh Singkil, juga bertujuan untuk mewujudkan anak - anak yang sehat sesuai dengan masa dan usia pertumbuhanya.

"Untuk tahun ini, ada terdapat 7 Kecamatan di Aceh Singkil yang di jadikan sebagai Lokasi Fokus (Lokus) penanganan kasus Stunting." kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat, H. Subarsono. Melalui Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas). Haryono, kepada RRI. Jum'at (01/06/2022) 

Diterangkannya, dari 21 Desa di 7 Kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil yang menjadi lokasi fokus (Lokus) Penurunan Stunting tersebut, di antaranya Desa/Kampung Pulau Balai, dan Teluk Nibung Kecamatan Pulau Banyak. Kemudian Desa/Kampung Kuta Simboling, Teluk Rumbia, Rantau Gedang Kecamatan Singkil. Serta Desa Ketapang Indah, Gosong Telaga Selatan Kecamatan Singkil Utara. 

Disamping itu, juga terdapat di Desa Sebatang, Sanggaberu Silulusan, Tunas Harapan, Tanah Bara Kecamatan Gunung Meriah. Kemudian Desa/Kampung Tanjung Mas, Lipat Kajang, Lae Gambir, Kuta Tinggi, Kecamatan Simpang Kanan. Serta   Desa/Kampung Mandumpang, Alur Linci, Ketangkuhan, Kecamatan Suro Makmur. Dan Desa Biskang, Situbuh-Tubuh Kecamatan Danau Paris, Aceh Singkil, Aceh.

"Upaya kita dari Dinas, memberikan vitamin dan tambahan darah bagi usia remaja, Balita dengan penyuntikan pada dengan melibatkan semua Lintas Sektor." Tambahnya 

Menurut Haryono, Stunting tersebut bisa dicegah dan diobati sejak melalui perbaikan gizi mulai dari usia 0 s/d 2 tahun.

Reaksi anda terhadap berita ini :

Komentar